Yoga Dapat Mengurangi Gejala Autisme, Benarkah?

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
12 Feb 2018   21:00

Komentar
Yoga Dapat Mengurangi Gejala Autisme, Benarkah?

Yoga dapat membantu anak pengidap autisme meningkatkan kemampuan sosial. (Foto: Itsysparks.com)

Trubus.id -- Melihat kasus Sun Chuyang, bocah 7 tahun di Tiongkok pengidap autisme ringan yang berlatih yoga dan kondisi mentalnya membaik. Lantas, apa benar jika yoga memiliki manfaat yang signifikan terhadap gejala autisme? 

Salah satu tantangan pengidap autisme ialah ASD (Autism Spectrum Disorder), kesulitan komunikasi ekpresi dan reseptif, kurangnya integrasi motorik dan tantangan sosial atau emosional (memahami dan mengenali ekspresi wajah, isyarat sosial dan emosi serta emosi orang lain).

Beberapa pengidap lainnya memiliki lebih banyak kesulitan di satu area atau lebih, daripada yang lain. Tidak sedikit anak-anak pengidap autisme mengalami tingkat kecemasan yang meningkat.

Baca Lainnya: Bocah 7 Tahun Ini Berlatih Yoga untuk Melawan Autisme

Baru-baru ini, yoga telah menjadi topik yang diminati sebagai intervensi dan dukungan tambahan untuk anak-anak dengan autisme. Ada studi terbatas tentang yoga dan efeknya pada anak-anak dengan autisme. Namun, studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa yoga dapat bermanfaat secara signifikan bagi anak-anak dengan autisme.

Lalu bagaimana pengaruhnya terhadap peningkatan kondisi mental? 

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Sosial 

Hasil satu studi yang diterbitkan dalam International Journal of Yoga Therapy menunjukkan peningkatan keterampilan meniru. Menurut penelitian tersebut, yoga bermanfaat sebagai alat yang efektif untuk meningkatkan imitasi, keterampilan kognitif dan perilaku komunikatif pada anak-anak dengan autisme.

Selain itu, anak-anak menunjukkan peningkatan keterampilan dalam hal kontak mata, toleransi duduk, komunikasi non-verbal dan kemampuan komunikasi reseptif. Kemampuan untuk memahami tindakan dan meniru tindakan tersebut berkorelasi langsung dengan perkembangan keterampilan komunikasi sosial.

Baca Lainnya: Lakukan 4 Gerakan Yoga Ini Saat Istirahat Kantor

Saat mempraktikkan gerakan yoga dan strategi bernafas, anak belajar meniru tindakan dan perilaku orang dewasa. Ini juga mendukung kemampuan anak untuk mempertahankan perhatian bersama, sesuatu yang bisa menjadi tantangan bagi anak-anak dengan autisme. Visual dan gambar dapat mendukung pengembangan bahasa dan kosakata.

Meningkatkan Kesadaran dan Ekspresi Emosi

Praktik yoga tidak hanya dapat membawa lebih banyak kemampuan dalam menangkap isyarat sosial seperti ekspresi wajah, tindakan dan perilaku sosial. Tapi juga membawa kemampuan lebih dalam mengenali emosi anak-anak dan perasaan mereka. 

Strategi pernapasan dapat diajarkan kepada anak-anak pengidap autisme untuk melepaskan emosi yang sulit atau tidak nyaman seperti kemarahan, frustrasi atau kecemasan dengan cara yang lebih sehat dan konstruktif.

Menyediakan jalan keluar bagi anak-anak dengan autisme untuk mengekspresikan emosi mereka memberi mereka pesan bahwa, tidak apa-apa rasanya merasakan emosi. Hal ini dapat mendukung mereka dalam merasa lebih baik secara emosional. 

Mengurangi Kecemasan 

Banyak anak dengan pengalaman autisme meningkatkan kecemasannya. Hal ini dapat memengaruhi tidur, mood, perilaku dan kesehatan mereka secara signifikan. Karena kesulitan komunikasi serta kurangnya integrasi sensorik, anak-anak pengidap autisme dapat menjadi orang yang terus-menerus cemas.

Saat cemas, anak dalam mode fight atau flight, kognisi dan komunikasi menjadi turun dan mereka cenderung bergerak ke pernapasan dada atau hiperventilasi, yang bisa memperburuk kecemasan mereka. 

Strategi pernapasan khusus dapat diajarkan untuk mendukung anak-anak dengan autisme dalam mengurangi kecemasan dan menenangkan sistem saraf mereka. Praktik pernapasan sadar dan pose yang menenangkan sistem saraf dapat mendukung anak-anak ini dalam mengembangkan keterampilan pengaturan diri sendiri dan respons stres yang lebih efektif, baik secara emosional maupun fisik. 

Mengurangi Perilaku Menantang 

Karena banyak kesulitan anak-anak dengan autisme di bidang bahasa dan komunikasi, ekspresi emosi, mempertahankan perhatian dan integrasi sensorik, mereka mungkin menampilkan perilaku menantang.

Baca Lainnya: Peneliti: Hot Yoga Tidak Lebih Baik dari Tradisional

Pose dan strategi pernafasan tertentu dapat diajarkan kepada anak-anak dengan autisme yang mendukung integrasi sensorik dan pengaturan diri. Pengembangan keterampilan pengaturan diri dapat memperbaiki perilaku impulsif, agresif dan bertindak anak-anak secara signifikan.

Peningkatan Kesadaran Tubuh

Banyak anak dengan autisme mungkin memiliki kesadaran tubuh terbatas. Dengan mengajarkan dan mengidentifikasi bagian tubuh melalui yoga dan gerakan tubuh, anak-anak dapat mengembangkan kesadaran tubuh yang lebih besar.

Konsep directional yang diajarkan dalam yoga seperti naik dan turun serta kiri dan kanan juga merupakan konsep yang bermanfaat dalam mengembangkan kesadaran tubuh yang lebih besar.

Citra Diri Positif 

Seiring dengan banyaknya manfaat yang tercantum di atas, latihan yoga juga bisa menunjang anak-anak dengan autisme mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri. Menyeimbangkan gerakan berdiri, khususnya adalah pose yang menarik dan kuat bagi anak-anak dengan autisme untuk berlatih.

Entah itu sikap berdiri, menyeimbangkan atau duduk, pose apapun dapat dimodifikasi untuk mendukung kemampuan anak. Berguna untuk membangun harga diri anak dan membantu merek merasa sukses. [DF]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: