Wajib Tahu, 7 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
13 Juni 2018   08:00

Komentar
Wajib Tahu, 7 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan

(Foto: Eversley Training )

Trubus.id -- Alergi sebenarnya merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Makanan tertentu seperti telur, kacang, susu, ikan, kacang kedelai, atau gandum seringkali dianggap dapat membuat kita alergi. Padahal, tiap orang punya alergi pada makanan yang berbeda-beda, loh.

Selain anggapan yang salah tadi, ada mitos lainnya seputar alergi makanan. Agar kamu lebih mengetahui hal-hal seputar alergi makanan, dilansir dari Boldsky, berikut 7 mitos dan fakta seputar alergi makanan yang perlu kamu tahu.

Mitos 1: Alergi makanan bukanlah masalah yang serius

Fakta: Alergi makanan bisa menjadi masalah serius yang bisa membuat kamu muntah-muntah, kesulitan bernapas, hilang kesadaran, dan bahkan gatal-gatal yang tidak kunjung reda. Jika reaksi dari alergi yang dirasakan bertambah parah, hal tersebut bisa saja mengancam nyawa.

Jadi, kalau tiba-tiba tubuhmu menimbulkan reaksi aneh saat sedang mengonsumsi sesuatu, sebaiknya waspada dan tidak mengabaikan reaksi tersebut. Segera hentikan mengonsumsi alergen alias makan dan minum yang menimbulkan reaksi yang tidak wajar itu, dan berkonsultasilah dengan dokter sesegera mungkin.

Mitos 2: Mengonsumsi makanan yang bisa membuat alergi tidak akan membuat sakit
Fakta: Orang-orang yang memiliki alergi makanan harus menghindari konsumsi makanan yang bisa menimbulkan alergi. Meski kamu hanya mengonsumsi sedikit, tubuhmu akan tetap mengeluarkan reaksi alergi.

Mitos 3: Hanya makanan saja yang bisa membuat alergi
Fakta: Meskipun beberapa jenis makanan tertentu biasanya dianggap menyebabkan alergi seperti kacang, kacang kedelai, kerang, ikan dan telur, namun bahan kimia yang digunakan pada obat juga dapat menjadi alergen, loh. Jadi, enggak hanya makanan saja yang bisa menyebabkan kamu alergi.

Mitos 4: Alergi makanan pada anak bisa diatasi
Fakta: Banyak alergi makanan pada anak-anak mungkin dapat diatasi jika anak-anak menghindari alergen tertentu selama hampir 2 hingga 3 tahun. Cara tersebut bahkan bisa dilakukan saat anak-anak alergi mengonsumsi susu tertentu. Namun, cara ini tidak bisa dilakukan untuk mengatasi alergi terhadap kacang ataupun makanan lainnya.

Mitos 5: Setiap reaksi alergi akan menjadi lebih buruk
Fakta: Reaksi terhadap makanan yang menimbulkan alergi memang tidak bisa diprediksi. Kamu tidak bisa memprediksi makanan mana yang membuat kamu alergi karena hal ini tergantung dengan cara tubuhmu bereaksi dengan alergen (zat asing yang menyebabkan gangguan atau reaksi tertentu pada manusia).

Mitos 6: Reaksi apapun yang kamu rasakan setelah makan ialah alergi
Fakta: Banyak orang alergi terhadap makanan dan tak jarang bentuk reaksinya juga berbeda. Tidak semua reaksi yang kamu rasakan setelah makan itu alergi, loh. Bisa saja ada masalah kesehatan lain yang sebenarnya bukanlah alergi. Oleh karena itu, kamu perlu mengecek kondisimu ke dokter jika merasa ada hal aneh yang kamu rasakan pada tubuhmu setelah makan.

Mitos 7: Alergi makanan selalu berkembang pada anak
Fakta: Beberapa di antara kita mungkin ada yang menganggap kalau alergi makanan awalnya berkembang pada saat kita masih anak-anak. Padahal, alergi dapat berkembang pada saat usia berapapun dan bahkan bisa saja kamu alergi pada makanan yang tidak kamu duga sebelumnya.

Bagi kamu yang sudah alergi terhadap makanan tertentu dan sudah berkonsultasi dengan dokter biasanya diberikan obat untuk menangani alergimu itu. Oleh karena itu, kamu harus selalu membawa obat alergi tersebut. Dengan begitu, saat sewaktu-waktu alergi baru pada makanan lain timbul, kamu jadi bisa langsung mengatasi alergi itu.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Tanaman Hijau Bikin Perempuan Panjang Umur

Diah Fauziah   Health & Beauty
Bagikan:          

Cara Cepat Tumbuhkan Rambut dengan 3 Bahan Alami

Ayu Setyowati   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: