Sebelum Dijadikan Sup, 90 Anjing di Korsel Diselamatkan Aktivis Hewan

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
13 Feb 2018   07:30

Komentar
Sebelum Dijadikan Sup, 90 Anjing di Korsel Diselamatkan Aktivis Hewan

Anjing konsumsi di peternakan Korea Selatan (Foto: Doc HSI)

Trubus.id -- Aktivis pecinta binatang berhasil menyelamatkan 90 ekor anjing dari peternakan anjing untuk dikonsumsi tempat mereka ditakdirkan untuk disembelih dan diubah menjadi sup, seperti dikutip dari Metro.co.uk. Humane Society International (HSI) pun berhasil membujuk pemilik peternakan tersebut untuk menghentikan bisnisnya di Korea Selatan.

Anjing-anjing itu akan disetrum sebelum berakhir menjadi hidangan sup mie dan kaldu dimana mereka akan disajikan di restoran-restoran di desa-desa tak jauh dari tempat perhelatan Olimpiade Musim Dingin. Orang Korea Selatan percaya sup daging anjing adalah makanan sehat dan bergizi. Biasanya, anjing-anjing ini diolah menjadi boshintang (sup penguat kesehatan), yeongyangtang (sup nutrisi) atau sacheoltang (sup sepanjang tahun).

Baca Lainnya: Tega Banget, 10 Anak Anjing Dibuang Begitu Saja ke Tempat Sampah

Ketika mata dunia melihat masih ada praktek pembantaian anjing di negeri itu saat menonton Olimpiade Musim Dingin, kecaman akan banyak berdatangan. Dalil itulah yang dipakai para aktivis agar pemilik peternakan anjing konsumsi mau menghentikan bisnis mereka. 

Sementara itu, peternakan ini merupakan peternakan anjing ke 11 yang telah ditutup HSI. Jumlah anjing yang berhasil diselamatkan kini jumlahnya mencapai 1.300 ekor. Anjing-anjing ini kemudian dikirim ke Amerika, Kanada atau Inggris. Namun sayangnya, masih ada lebih dari 2,5 juta ekor anjing yang dibiakkan untuk konsumsi di Korea Selatan. 

Menurut aktivis HSI, anjing yang diternak untuk konsumsi hidup sengsara dalam kandang. Kondisinya tidak sehat. Banyak yang menderita gizi buruk. Bahkan tak sedikit yang dianiaya setiap harinya.

Baca Lainnya: Tega, Perempuan Ini Melempar Anjing dari Lantai 6 Apartemen Hingga Tewas

Dalam upaya menghentikan praktik ini, penyandang dana membantu pemilik peternakan untuk membuka bidang usaha baru di luar beternak anjing konsumsi. Beruntung, generasi muda di negeri itu kini mulai meninggalkan budaya mengkonsumsi daging anjing. Badan amal tersebut mengatakan bahwa memakan daging anjing adalah tradisi yang relatif kuno dan banyak peternak tertarik untuk pindah ke bidang usaha baru.

Baru-baru ini pemerintah melarang restoran di Pyeongchang untuk menjual daging anjing, namun masih ada dua restoran yang menyediakan anjing sebagai makanan karena mereka khawatir pendapatan mereka menurun. Apalagi sudah sejak lama restoran itu menyajikan olahan daging anjing.  [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: