Paus Raksasa Mati Terdampar di Pantai Duta, Warga Heboh

TrubusLife
Ihsan Maulana | Followers 0
07 Juni 2018   14:00

Komentar
Paus Raksasa Mati Terdampar di Pantai Duta, Warga Heboh

Ikan Paus (Foto: Ilustrasi, Pixabay/lotsotrash)

Trubus.id -- Pada Rabu (6/6) kemarin, warga pesisir Desa Randutatah, Kecamatan Paiton Probolinggo dikejutkan dengan kemunculan bangkai seekor paus bungkuk, yang terdampar di Pantai Duta Probolinggo.

Paus yang memiliki lebar 3 meter dengan panjang 8 meter ini, diperkirakan sudah mati 3 hari lalu. Saat ini, kondisi bangkai hewan mamalia terbesar di dunia itu sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Sementara itu, Kasi Pendayagunaan Sumber Daya Pesisir, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Yunianto menyatakan, paus yang mati ini diduga terkena sayatan baling-baling kapal.

"Matinya paus bungkuk itu diperkirakan karena sayatan baling-baling kapal laut, tapi yang jelas kapalnya berukuran besar yang biasa beroperasi di perairan laut dalam," ujarnya di Probolinggo, Kamis (7/6).

"Setelah kami cek di lokasi, memang ada luka sayatan pada bagian sisi kanan bawah paus. Melihat jenis sayatannya jelas bahwa itu bukan serangan predator," sambungnya.

Ia menuturkan, jika paus yang mati disebabkan faktor alamiah seperti tua dan lainnya, maka tidak menimbulkan luka sayatan. Begitu juga apabila mati diserang predator misalnya hiu, maka bekas lukanya jelas berbeda.

Baca Lainnya: Hiu Paus Kembali Singgah di Perairan Botubarani

"Kalau serangan predator seperti hiu, maka ada bentuk gigitan dan ada luka cuilan. Sedangkan luka paus bungkuk yang mati itu bentuknya sayatan, sehingga dugaan sementara terkena benda tajam, seperti baling-baling kapal," imbuhnya.

Terkait dengan upaya evakuasi bangkai paus, ia menyarankan nelayan atau masyarakat setempat bisa menguburnya di tengah laut. Mengingat besarnya biaya jika dibawa ke pesisir pantai.

"Para nelayan bisa menarik paus itu dengan menggunakan 2-3 perahu, lalu ditutupi jaring dan dikaitkan dengan jangkar yang dilepas di kedalaman 20 meter. Sehingga bangkai itu akan hilang secara alami karena dimakan ikan-ikan kecil," sarannya.

Yunianto juga mengimbau agar proses evakuasi harus segera dilakukan, supaya tidak mencemari kawasan pesisir. Terlebih bangkai paus telah mengeluarkan minyak bau dari tubuhnya. [KW]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: