Cahaya televisi berhubungan dengan kanker payudara dan prostat. Itu karena, cahaya buatan ini mengacaukan melatonin, hormon yang membuat seseorang tertidur. (Foto: Pinterest )
Health & Beauty

Hati-hati, 7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Kanker 

By Ayu Setyowati
Jun 12, 2018

Trubus.id -- Kanker sudah menjadi penyakit yang paling ditakuti. Gaya hidup sehat mulai dari asupan makanan bergizi dan rajin olahraga dianggap mampu menurunkan risiko timbulnya penyakit ini. Namun, ada beberapa kebiasaan yang dianggap tidak berbahaya, tapi justru membuat bayang-bayang kanker semakin jelas.

Beberapa tampak sepele, tapi ternyata turut berpengaruh, seperti duduk terlalu lama atau menempatkan ponsel dekat kepala saat tidur. Berikut tujuh kebiasaan sepele yang dapat menjadi pemicu kanker, dirangkum dari beberapa sumber.

1. Menaruh Ponsel Dekat Kepala

Ponsel kini seolah tak dapat dipisahkan dari kehidupan orang. Tak hanya sebagai perangkat komunikasi, tapi juga peranti untuk menuntaskan pekerjaan kantor hingga berfungsi membangunkan orang tidur sebagai alarm.

Berbagai fungsi ini membuat ponsel kerap dibawa tidur. Sebenarnya tak masalah, tetapi sebaiknya jauhkan ponsel dari kepala. California Department of Public Health (CDPH) merilis petunjuk untuk meminimalkan energi frekuensi radio dari ponsel.

Baca Lainnya: Dibandingkan Pria, Kanker Paru-Paru Lebih Banyak Diidap Perempuan

"Kami tahu bahwa langkah sederhana seperti menjauhkan ponsel dari saku dan kasur saat malam bisa membantu mengurangi reduksi paparan (energi frekuensi radio) dari anak-anak maupun orang dewasa," kata Karen Smith, direktur CDPH.

Frekuensi radio yang dikeluarkan ponsel saat mengirim dan menerima sinyal diyakini dapat membawa pengaruh pada kondisi kesehatan manusia. Meletakkan ponsel dekat dengan kepala memiliki kaitan dengan risiko kanker otak. 

2. Duduk Terlalu Lama

Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker. Maka, setiap orang disarankan untuk berolahraga paling tidak 30 menit sehari. Alice G. Bender dari American Institute for Cancer Research (AICR) mengatakan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kanker kolorektal, kanker payudara pasca menopause dan kanker endometrium.

Studi juga menunjukkan, seseorang yang jarang bergerak cenderung punya risiko peradangan, yang mana jika kronis, dapat meningkatkan risiko kanker. Alice menambahkan jika aktivitas fisik ini hanya berhenti di 30 menit olahraga, tidak membuahkan hasil positif.

Baca Lainnya: Deteksi Dini Kanker dengan Tes Urine, Kenapa Tidak?

“Aktivitas fisik dapat membantu menyeimbangkan hormon sehat dan tak sehat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat di dalam tubuh."

3. Kerja Shift Malam

Pembagian waktu kerja di kantor kerap memaksa tubuh untuk beradaptasi, apalagi kerja shift malam. Pada tahun 2013, sebuah studi yang diterbitkan di British Medical Journal menemukan fakta bahwa kerja shift malam dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Riset meneliti 2.300 perempuan yang sebagian bekerja shift malam.

Hasilnya, mereka yang bekerja malam selama 30 tahun atau lebih memiliki risiko dua kali lipat untuk terkena kanker. Peneliti yakin jika tekanan melatonin jadi penghubung paling kuat antara kanker dan kerja malam. Namun selain itu, ada faktor lain yang turut mendukung antara lain gangguan tidur dan ritme tubuh, vitamin D, serta gaya hidup. 

4. Laundry Pakaian

Malas mencuci? Kini banyak tersebar jasa laundry yang mudah dan tak memakan tenaga. Namun, kebiasaan ini dapat memicu kanker. Enviromental Working Group melaporkan beberapa label sabun yang digunakan tempat laundry mengandung zat kimia berbahaya yakni 1,4-dioxane. Zat ini dapat memicu kanker. Pada riset yang pernah ada, binatang yang terpapar zat ini punya tingkat lebih tinggi untuk terkena kanker hati.

Baca Lainnya: Sering Kentut Berlebihan, Bisa Jadi Gejala Kanker Loh

5. Tidur dengan Televisi Menyala

Tidur sendiri dengan suasana sepi, terkadang memang membuat sulit tidur. Tidak sedikit yang mengakali situasi ini dengan menyalakan televisi. Padahal, kebiasaan ini tidak boleh dilakukan.

Pada tahun 2010, studi yang diterbitkan jurnal Environmental Health Perspectives menemukan fakta bahwa cahaya buatan ini berhubungan dengan kanker payudara dan prostat. Itu karena, cahaya buatan ini mengacaukan melatonin, hormon yang membuat seseorang tertidur. 

6. Konsumsi Minuman dengan Pemanis

Konsumsi minuman dengan pemanis buatan seperti soda, teh kemasan, dan lemonade dapat meningkatkan risiko kanker endometri. Menurut Alice, jenis minuman ini membuat kadar gula darah dan insulin tinggi, mengondisikan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan sel kanker endometri.

Namun, bukan berarti Trubus Mania tidak boleh mengonsumsi minuman berpemanis. Alice menyarankan untuk konsumsi dalam jumlah kecil, misalnya minum teh dengan sedikit gula. 

7. Tidak Menggunakan Tabir Surya 

Penggunaan tabir surya dianggap penting hanya jika pergi ke pantai. Padahal, tidak pergi ke pantai pun, kulit bakal tetap terpapar sinar matahari. Menurut Skin Cancer Foundation, penggunaan tabir surya bersifat wajib, di musim apapun, demi menurunkan risiko kanker kulit.

Bagaimana Trubus Mania, di antara semua itu, adakah yang menjadi kebiasaan kalian? Yuk, kita mulai hidup sehat dari sekarang! [DF] 

Komentar

    Silahkan masukkan komentar...

Your email address will not be published.

Registration Login
Sign in with social account
or
Lupa Password?
Daftar Login
Sign in with social account
or
Registration Login
Registration