Dalam 200 Tahun, Sapi Jadi Mamalia Terbesar di Bumi

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
16 Mei 2018   21:00

Komentar
Dalam 200 Tahun, Sapi Jadi Mamalia Terbesar di Bumi

Menurut penelitian Felisa Smith, sapi kemungkinan menjadi mamalia terbesar di Bumi dalam 200 tahun. (Foto: Pixabay/ Couleur)

Trubus.id -- Sekitar 13.000 tahun yang lalu, Amerika Utara memiliki komunitas mamalia yang lebih beragam daripada Afrika modern. Ada beberapa spesies kuda, unta, ilamas, dan glyptodon (hewan yang sekarang sudah punah).

Smilodon, kucing bertaring tajam seukuran singa afrika saat ini, bersembunyi di padang rumput untuk mencari cacing tanah dan mammoth. Berang-berang raksasa sepanjang tujuh kaki mengumpulkan ranting-ranting pohon untuk rumahnya. Dan, semua makhluk itu tidak sekadar ditemukan di Amerika Utara.

Di setiap benua, rata-rata mamalia yang ditemukan jauh lebih besar ukurannya pada akhir pleistocene, periode geologi mulai dari 2,5 juta hingga 11.700 tahun lalu. Para ilmuwan memperdebatkan apa yang menyebabkan semua makhluk bertubuh besar ini menjadi punah, sementara banyak dari rekan-rekan mereka yang lebih kecil selamat.

Baca Lainnya: Ini Cara Bikin Jamu Tradisional untuk Ternak Sapi

Tim peneliti yang dipimpin oleh ahli biologi Universitas New Mexico Felisa Smith menganalisis bukti dari kepunahan mamalia jutaan tahun lalu dan menemukan bahwa di setiap benua, mamalia ukuran besar mulai punah bersamaan dengan kemunculan manusia pertama kali.

Jika tren kepunahan terus berlanjut, gajah modern, badak, jerapah, kuda nil, banteng, harimau, dan mamalia besar lainnya akan segera punah karena ancaman utama dari perburuan liar, atau tidak sekadar hilangnya habitat dan fragmentasi. Mamalia terbesar dalam 200 tahun, bisa jadi sapi lokal, menurut penelitian Smith.

Itu diungkapkan Smith setelah menyusun basis data semua mamalia yang hidup sejak 65 juta lalu. Bersama timnya, Smith mengategorikan semua mamalia dalam kelompok satu juta tahun dan menganalisis tren kepunahan.

“Kami sama sekali tidak menemukan pengaruh perubahan iklim terhadap kepunahan mamalia selama 65 juta tahun,” kata Smith, dikutip dari Scientific American.

Baca Lainnya: Lucu, Sapi-sapi di Skotlandia, Dipakaikan Bra Manusia

Namun, sejak 125.000 tahun lalu hingga saat ini, mamalia berbadan besar lebih mungkin untuk punah daripada hewan berukuran kecil. Ukuran rata-rata mamalia yang bertahan hidup telah menurun sebagai hasilnya. Dan, kepunahan besar mamalia ini sangat erat dengan penampilan manusia.

Di Amerika Utara, rata-rata mamalia beratnya sekitar 98 kilogram sebelum nenek moyang manusia muncul. Hari ini, ukuran rata-rata mendekati delapan kilogram.
Untuk sebagian besar sejarah evolusi mamalia, ukuran binatang tidak memprediksi risiko kepunahannya.

Temuan ini tidak berarti perubahan terkait iklim tidak dapat menekankan beberapa populasi satwa liar, memungkinkan manusia untuk lebih mudah membawa kepunahan. Sebaliknya, menunjukkan kemungkinan lebih besar mamalia berbadan besar akan punah terkait dengan aktivitas manusia.

Mamalia bertubuh besar sangat rentan karena mereka bereproduksi secara perlahan. Mammoth dan mastodon, misalnya, kemungkinan memiliki periode kehamilan dua tahun, mirip dengan gajah modern, dan biasanya hanya menghasilkan satu keturunan pada satu waktu. [DF]
 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Sapi Bantu Rehabilitasi Tahanan di Swedia

Diah Fauziah   Pet & Animal
Bagikan:          
Bagikan: