Nafsu makan kerap mengalami peningkatan pada kondisi tertentu, seperti hari pertama menstruasi dan gangguan tiroid. (Foto: House Call Doctor)
Health & Beauty

Bukan Cacingan, Ini Dia Penyebab Cepat Lapar

By Ayu Setyowati
Jun 12, 2018

Trubus.id -- Beberapa orang memiliki nafsu makan di atas rata-rata. Baru selesai menyantap sahur, tak lama kemudian sudah merasa lapar lagi. Rasanya pasti mengganggu sekali saat puasa. 

Adanya parasit di dalam tubuh, seperti cacing misalnya, bisa menjelaskan ke mana perginya makanan yang baru saja disantap. Bagi mereka yang tidak sedang cacingan, pasti ada sebab lain sehingga kapasitas perut seolah unlimited.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sebagian di antaranya.

1. Metabolisme Cepat

Sebuah penelitian di University of Vermont mengungkap bahwa 32 persen manusia punya perbedaan laju metabolisme hingga 8 persen dari rata-rata populasi. Ada yang lebih cepat, ada pula yang lebih lambat. Beruntunglah yang memiliki laju lebih cepat, karena berapapun kalori yang disantap akan terbakar dengan sangat cepat, meski itu berarti rasa lapar akan datang lebih awal.

Baca Lainnya: Makan Buah Saat Sahur, Rahasia Tak Cepat Lapar Saat Puasa

2. Jenis Makanan

Makanan yang diolah dengan sangat intensif, umumnya dimetabolisme dengan lebih cepat. Akibatnya, perut akan lebih cepat mengirim sinyal rasa lapar ke otak. Makanan dengan kandungan lemak dan gula tinggi, umumnya termasuk kategori ini. Sebaliknya, karbohidrat kompleks seperti gandum dan nasi merah akan memperlama datangnya rasa lapar.

3. Pengaruh Hormon

Nafsu makan kerap mengalami peningkatan pada kondisi tertentu, seperti hari pertama menstruasi dan gangguan tiroid. Pengaruh fluktuasi hormonal di dalam tubuh menyebabkan sinyal rasa lapar meningkat di otak. Demikian juga pada kondisi hipoglikemia, kadar gula darah yang lebih rendah dari normal.

4. Haus

Betul, otak sering salah menerjemahkan sinyal haus sebagai sinyal rasa lapar. Karenanya, hal pertama yang perlu dilakukan saat merasa lapar adalah minum air putih. Jika setelahnya rasa lapar itu hilang, maka sebenarnya tidak sedang lapar, melainkan hanya salah menerjemahkan sinyal haus. [DF]

 

Komentar

    Silahkan masukkan komentar...

Your email address will not be published.

Registration Login
Sign in with social account
or
Lupa Password?
Daftar Login
Sign in with social account
or
Registration Login
Registration