Begini Prosedur Kloning Monyet di China

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
13 Feb 2018   14:45

Komentar
Begini Prosedur Kloning Monyet di China

Zhong Zhong dan Hua Hua, dua monyet hasil kloning ilmuwan China. (Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Zhong Zhong dan Hua Hua, bayi monyet makaka berekor yang kembar, hasil kloning para ilmuwan China. Walau umur mereka terpaut 10 hari, kode genetika kedua monyet itu identik.

Beberapa waktu lalu, para periset di Chinese Academy of Sciences mempublikasikan hasil kloning primata non-manusia ini di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu di timur China.

Baca Lainnya: Ilmuwan China Sukses Ciptakan Dua Monyet Hasil Kloning

“Kloning hewan primata non-manusia ini menjadi kabar baik bagi para peneliti di seluruh dunia karena menjadi model ideal bagi riset kesehatan serta penyakit genetika pada manusia, seperti kanker, gangguan metabolisme atau kelainan sistem kekebalan tubuh,” kata Bai Chunli, Presiden Chinese Academy of Sciences.

Di dunia mamalia, kloning bukan hal baru. Pada tahun 1996, ilmuwan Skotllandia sukses melakukan kloning domba dengan metode somatic cell nuclear transfer (SCNT). Nah, metode ini juga diterapkan ilmuwan China saat melakukan kloning monyet. Mereka melakukan editing gen di luar kandungan secara in vitro.

Setelahnya, dilakukan pemilihan dan produksi sel somatik yang memiliki genotipe sama. Lalu, ilmuwan mencopot inti sel telur, menggantinya dengan sel inti bagian lain tubuh. Nah, embrio tersebut kemudian dicangkokkan ke dalam rahim monyet betina, hingga melahirkan bayi monyet kloning.

Baca Lainnya: Kera dan Monyet Memang Mirip Tapi Ada 4 Perbedaanya

Perlu Trubus Mania ketahui, kloning yang dilakukan ilmuwan China tidak serta merta berhasil. Diperlukan lebih dari 70 kali prosedur untuk menghasilkan embrio Zhong Zhong dan Hua Hua.

Dengan keberhasilan kloning hewan yang 90 persen genetikanya sama dengan manusia, itu artinya tidak lagi kendala ilmiah untuk mengkloning manusia. Walau begitu, Qiang Sun, direktur riset primata non-manusia di CAS menegaskan, ”Kami tidak mempunyai niat itu. Masyarakat kami juga tidak akan mengizinkan perluasan teknik ini kepada manusia.” [DF]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Sapi Bantu Rehabilitasi Tahanan di Swedia

Diah Fauziah   Pet & Animal
Bagikan:          
Bagikan: