5 Planet Ini Mengandung Air Lebih Banyak dari Bumi, Adakah Kehidupan?

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
09 Feb 2018   13:30

Komentar
5 Planet Ini Mengandung Air Lebih Banyak dari Bumi, Adakah Kehidupan?

ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id --  Sebuah studi oleh sekelompok astronom berhasil mengungkapkan bahwa tujuh planet yang mengorbit bintang kerdil merah ultradingin TRAPPIST-1 semuanya terbuat dari bebatuan. Beberapa di antaranya juga berpotensi menampung lebih banyak air daripada Bumi.

Hal ini terungkap setelah kepadatan planet-planet di sistem ini kini telah diketahui dengan lebih presisi daripada peneltian sebelumnya. Data kepadatan menunjukkan bahwa beberapa planet di sistem ini bisa memiliki air hingga mencapai 5 persen dari keseluruhan massa mereka, atau sekitar 250 kali lebih banyak air dari lautan di Bumi.

Baca Lainnya : Yuk, Berlibur ke Stasiun Antariksa Internasional, Tunggu Apalagi?

Pada sistem ini, diketahui bahwa planet terdekat dengan bintang TRAPPIST-1 cenderung memiliki suhu yang panas serta atmosfer beruap yang padat, sementara planet yang berjarak lebih jauh kemungkinan memiliki permukaan es dan atmosfer yang lebih tipis.

Sistem planet TRAPPIST-1 sendiri berjarak hanya 40 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Mereka pertama kali terdeteksi oleh teleskop TRAPPIST-Selatan di Observatorium La Silla, Cile, milik European Southern Observatory (ESO) pada tahun 2016 silam.

Sebagai perbandingan jarak Bumi ke TRAPPIST-1, ambil contoh pesawat ruang angkasa yang saat ini berada di tepi luar Tata Surya, Voyager 1, yang perlu waktu 73.000 tahun untuk mencapai Proxima b atau empat tahun cahaya dari Bumi.

Oleh karena itu, para peneliti pada Universitas Bern, Swiss, menempuh langkah kreatif untuk memahami planet-planet di sekeliling bintang TRAPPIST-1 itu.

Planet-planet luar surya atau eksoplanet pada sistem TRAPPIST-1 berserakan dalam orbit yang sempit di sekitar bintang induknya dan dekat satu sama lain. Jarak antar mereka seperti jarak Merkurius ke Matahari. 

Ketika planet-planet yang dinamai TRAPPIST-1b, c, d, e, f, g dan h  itu bergerak, gravitasi planet-planet ini bisa mengubah orbit di antara mereka. 

Satu tim ilmuwan internasional pimpinan Simon Grimm dari Pusat Antariksa dan Habitabilitas (CSH) pada Universitas Bern, dapat mendeteksi fenomena itu.

"Dalam sistem TRAPPIST-1, planet-planetnya berdekatan satu sama lain menggangu," kata Grimm dari Universitas Bern. "Inilah yang menyebabkan pergeseran kecil dalam masa transit masing-masing." lanjutnya.

Baca Lainnya: Satelit China Jatuh ke Bumi, Bangkainya Jadi Rebutan

Transit adalah saat planet terlihat melintas di depan bintang induknya seperti terlihat dari Bumi. Ribuan eksoplanet terdeteksi dan diteliti dengan menggunakan metode transit.

Dengan mensimulasikan orbit planet sistem TRAPPIST-1 dengan algoritma sampai model komputasi sesuai dengan apa yang diamati astronom dari sistem TRAPPIST-1, tim peneliti bisa menghitung massa dari planet-planet itu. 

Dari data massa, tim bisa menyimpulkan kepadatan dan komposisi masing-masing planet.

Yang menarik, para peneliti mendapati fakta bahwa lima planet yang paling terang memiliki kandungan air 250 kali lebih banyak dibandingkan semua samudera di Bumi.  Sekitar 5 persen komposisinya adalah ari, padahal Bumi saja punya komposisi air 0,2 persen. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: