Tak Perlu Batasi Makanan Manis pada Anak, Ini Sebabnya

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
25 April 2018   15:15

Komentar
Tak Perlu Batasi Makanan Manis pada Anak, Ini Sebabnya

Ilustrasi. (Foto: Smolak farm )

Trubus.id -- Penelitian menunjukkan bahwa 17 persen anak-anak dan remaja mengalami obesitas. Dan, kebanyakan orangtua memahami pentingnya mengajari anak-anak mereka kebiasaan makan yang sehat untuk menghindari masalah kesehatan jangka panjang seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.

Karena risiko ini, dokter anak dan ahli gizi merekomendasikan untuk mengurangi asupan gula anak-anak dengan membatasi permen, soda, dan cupcake. Namun ternyata, orangtua dapat mengajarkan anak-anak cara makan dengan penuh perhatian atau kesadaran (mindful) dengan melakukan yang sebaliknya, loh.

Mengendalikan apa yang dimakan anak-anak dapat menyebabkan mereka mengembangkan kebiasaan makan yang buruk di masa depan. Faktanya, penelitiian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition Education and Behavior menemukan bahwa, orangtua dari anak-anak yang obesitas lebih mungkin untuk secara langsung membatasi asupan camilan manis yang dikonsumsi buah hatinya.

Baca Lainnya: Peran Penting Orangtua Melindungi Keluarga dari Diabetes

Penelitian terhadap 237 ibu dan anaknya memeriksa setiap respons ibu terhadap keinginan anaknya untuk makan permen. Para peneliti menemukan bahwa ibu yang anak-anaknya kelebihan berat badan lebih mungkin untuk menanggapi dengan pernyataan membatasi, seperti, "Satu pencuci mulut sudah cukup."

Sementara itu, para ibu yang anaknya tidak memiliki obesitas memberi tanggapan yang lebih terbuka, seperti, "Itu terlalu banyak" atau “Kamu kan belum makan malam". Kesimpulannya, pembatasan makanan justru dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan terlarang atau makan secara berlebihan.

Cara Bicara Orang Tua

Perhatikan cara bicara Trubus Mania pada anak saat ingin membatasi makanan. Pelabelan terhadap, misalnya, camilan manis sebagai makanan tidak sehat dapat meningkatkan keinginan anak untuk mengonsumsinya lebih banyak.

Baca Lainnya: Wapada Risiko Kafein Berlebih pada Minuman Anak

Memodifikasi cara berbicara dengan anak tentang makanan, membantu memperkuat koneksi antara pikiran dan tubuh. Daripada mengatakan, "Habiskan makan siangmu, nanti lapar, loh,” lebih baik berkata, "Coba kamu rasa deh, kira-kira kamu sudah kenyang belum?”

Mindful Eating Sejak Dini

Menurut Harvard Health, penelitian menunjukkan bahwa makan dengan penuh kesadaran dapat mengajarkan kebiasaan makan yang lebih baik kepada orang-orang. Ia melakukannya dengan mendorong mereka untuk membawa kesadaran saat ini ke makanan yang mereka makan.

Kegiatan makan yang penuh kesadaran dapat menumbuhkan keingintahuan anak-anak tentang makanan yang dikonsumsi. Sekaligus dapat membantu mereka mengetahui tubuhnya jika memiliki tanda kelaparan dan kenyang.

Alih-alih menerapkan aturan ketat tentang seberapa banyak anak makan setiap kali, orangtua harus mencontohkan bagaimana menyelaraskan isyarat internal dan mendukung mereka melakukan hal yang sama, kata Carla Naumburg, pelatih pengasuhan dan pekerja sosial klinis di Newton, Massachusetts, Amerika Serikat. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Begini Cara Memanfaatkan Kopi untuk Kecantikan Wajah

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: