Wapada Risiko Kafein Berlebih pada Minuman Anak 

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
22 April 2018   13:00

Komentar
Wapada Risiko Kafein Berlebih pada Minuman Anak 

Soda, salah satu minuman berkafein tinggi (YouTube)

Trubus.id -- Trubus Mania pasti tahu bahwa kafein tak hanya terdapat pada kopi. Soda, es krim, teh, cokelat, yoghurt dan beberapa jenis obat pereda nyeri juga mengandung kafein, yang tentu memiliki kemungkinan untuk sering dikonsumsi anak. Lalu, apa bahayanya jika anak mengonsumsi kafein terlalu banyak?

Kafein sebenarnya adalah stimulan yang digunakan dalam obat untuk merangsang sistem saraf pusat. Dikutip dari Alodokter, banyak negara belum memiliki patokan khusus mengenai kadar maksimal asupan kafein bagi anak. Di Kanada, konsumsi kafein yang diizinkan pada anak hanya sekitar 45 mg per hari, setara satu kaleng soda.

Padahal, studi menemukan bahwa anak-anak tanpa disadari umumnya dapat mengonsumsi 109 mg kafein atau setara dengan kafein dalam tiga kaleng soda. 

Jenis Minuman Berkafein 

Coba cek, apakah kita sering memberikan minuman-minuman di bawah ini kepada anak? Yuk, cermati rata-rata jumlah kandungan kafein di dalamnya:
- 350 ml es teh mengandung 70 miligram kafein. 
- 30 ml cokelat mengandung 20 miligram kafein. 
- 350 ml minuman ringan mengandung 70 mg kafein. 
- 150 ml kopi seduh mengandung 115 mg kafein. 
- 350 ml es teh mengandung 70 mg kafein. 
- 30 ml cokelat murni mengandung 20 mg kafein. 
- Satu tablet obat flu atau pereda nyeri, dapat mengandung 30 mg kafein. 

Tenang, bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengonsumsi minuman atau obat yang mengandung kafein. Namun, batasi jumlahnya. Biasakan anak untuk mengonsumsi minuman sehat seperti air mineral, susu, dan jus buah segar.

Pengaruh Kafein bagi Anak 

Sama seperti orang dewasa, efek kafein pada anak dapat menyebabkan sakit perut, sakit kepala, insomnia, susah konsentrasi, gelisah, dan peningkatan detak jantung. Bahkan, jumlah yang sedikit pun dapat memicu efek tersebut pada anak-anak.

Kondisi ini dapat lebih berbahaya pada anak yang memiliki kondisi kesehatan khusus, berisiko mengalami penyakit jantung dan gangguan saraf. Selain itu, efek yang dapat ditimbulkan dari konsumsi kafein berlebih antara lain: 

- memengaruhi penyerapan kalsium yang berdampak pada kekuatan dan pertumbuhan tulang. 
- meningkatkan risiko berat badan berlebih. Umumnya, minuman mengandung kafein yang digemari anak umumnya banyak diberikan tambahan krim dan gula.
- memengaruhi kadar kimia dalam otak yang dapat berpengaruh pada tingkah laku dan sosialisasi lantaran kafein termasuk stimulan. 
- memacu otak dan tubuh bekerja lebih keras, tanpa meningkatkan kadar energi pada anak. 
- sebagian remaja mengonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan performa saat olahraga. Padahal, kafein yang terkandung di dalamnya membuat tubuh terasa lebih lelah setelah beraktivitas. 
- dapat menyebabkan anak lebih sering buang air kecil dan lebih mudah haus. Hal ini juga meningkatkan risiko dehidrasi.

Efek Kafein 

Satu hal lagi yang harus diperhatikan, saat kita meminta anak untuk menghentikan konsumsi minuman mengandung kafein, waspadai efek pengurangan kafein secara mendadak. Karena efeknya dapat berupa nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas dan tertekan.

Ajak anak lebih banyak istirahat untuk meminimalkan efek tersebut. Tidak perlu khawatir, tingkat energi akan kembali normal setelah tubuh menyesuaikan diri tanpa kafein. Bila terjadi keluhan mengganggu akibat anak mengonsumsi kafein, jangan ragu untuk membawa si kecil ke dokter anak, ya. [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: