Cape Town, Kota Hijau yang Krisis Air Bersih

TrubusLife
Diah Fauziah
03 Feb 2018   07:00 WIB

Komentar
Cape Town, Kota Hijau yang Krisis Air Bersih

Cape Town di Afrika Selatan. (Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa tahun lalu, Cape Town pernah mengalami kekeringan. Menurut pejabat setempat, musibah terburuk yang dialami setelah Perang Dunia II. Setelah bencana tersebut, pada tahun 2014 dibangun sebuah bendungan untuk menampung air hujan selama bertahun-tahun.

Pada 2015, C40, organisasi yang terdiri dari banyak kota dari berbagai dunia, fokus pada lingkungan hidup, memberikan penghargaan berupa adaptation implementation kepada Cape Town untuk pengelolaan airnya.

Baca Lainnya: Kekeringan Akibat Perubahan Iklim Pengaruhi Penjualan Kopi

Penghargaan tersebut mengakui kesuksesan Cape Town melestarikan air. Meskipun penduduk kota telah membengkak 30 persen sejak awal 2000an, secara keseluruhan, konsumsi air tetap stabil. Bahkan, aliansi demokratik, partai oposisi yang menguasai Cape Town sejak 2006, menggambarkan kota tersebut sebagai salah satu kota hijau top dan bergengsi di dunia.

Pemerintah setempat melakukan berbagai kebijakan untuk memperbaiki konservasi air kota, misalkan dengan memperbaiki kebocoran dan pipa tua, memasang meter pada air. Bisa dibilang, Cape Town menghemat dan melestarikan begitu banyak air, sehingga menunda pencarian sumber mata air baru.

Sejak lama, Cape Town telah diperingatkan untuk diversifikasi persedian airnya. Itu karena, hampir semua air yang mengaliri ribuan rumah penduduk dan industri bisnis berasal dari enam bendungan.

Baca Lainnya: Dengan Tenaga Surya, Gunung Kidul Tidak Kekeringan Lagi

“Volume air di bendungan yang dibangun beberapa tahun lalu menurun, tinggal 26 persen dari kapasitasnya,” kata seorang pejabat pada Times New York.

Beberapa tahun terakhir, cuaca di Cape Town menjadi lebih hangat, menurut Piotr Wolski, ahli hidrologi di University of Cape Town, universitas yang telah mengukur curah hujan rata-rata sejak pergantian abad ke-20 hingga sekarang. [DF]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: