Mengapa Tsunami Bisa Terjadi Pascagempa, Ini Penjelasannya

TrubusLife
| Followers 0
16 Des 2017   11:00

Komentar
Mengapa Tsunami Bisa Terjadi Pascagempa, Ini Penjelasannya

Gelombang tsunami akibat gempa bumi. (Foto: Pixabay/ WikiImages)

Trubus.id -- Gempa bumi berkekuatan 6,9 SR baru saja terjadi di Jawa bagian selatan (15/12), tepatnya 6 km tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada kedalaman 120 km. Gempa bumi ini sempat mengundang peringatan tsunami, tapi untungnya peringatan itu telah dicabut. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan tsunami terjadi? Ini penjelasannya.

Tsunami berasal dari dua kata bahasa jepang yang berarti ‘pelabuhan’ dan ‘gelombang’. Tsunami merupakan serangkaian gelombang besar yang dihasilkan oleh gerakan mendadak di dasar laut. Biasanya disebabkan oleh gempa bumi, atau bisa juga tanah longsor di bawah tanah, letusan gunung berapi. Selain itu bisa pula disebabkan oleh pemogokan meteorit yang besar, tapi ini sangat jarang terjadi.

Akan tetapi, gempa bumi bawah laut yang kuat bertanggung jawab atas sebagian besar tsunami yang terjadi dimana pun, termasuk di Jawa Barat bagian selatan malam tadi. Ahli seismologi umumnya menyatakan, gempa bumi berukuran lebih besar dari 7,0 SR berpotensi hasilkan tsunami skala besar.

Dilansir dari VOA, sebagian besar gempa bumi menyebabkan tsunami, termasuk yang terjadi di Jawa bagian selatan (15/12), biasanya berpusat pada zona subduksi. Zona subduksi merupakan tempat potongan-potongan kerak bumi saling bersentuhan.

Subduksi artinya satu lempeng tektonik meluncur di bawah yang lain dan tenggelam jauh ke dalam mantel bumi.

Gesekan antara dua lempeng kerak bumi yang bergerak lambat menghasilkan energi seismik dalam jumlah besar yang dilepaskan dalam bentuk gempa. Ketika gempa bawah laut yang kuat menyerang jarak relatif pendek di dasar laut, secara tiba-tiba akan mendorong salah satu piring besar bumi.

Secara tiba-tiba pula, dorongan ini akan memindahkan sejumlah besar air laut sehingga menyebabkan tsunami, menyebar ke luar ke segala arah dari pusat gempa seperti riak di kolam. Hanya saja bedanya tsunami terjadi pada skala yang lebih besar.

Tsunami yang dihasilkan di lautan terbuka tampaknya hanya gelombang kecil, tapi ukurannya bisa tumbuh dengan cepat saat mereka mencapai air dangkal sebelum menabrak pemukiman pantai. Gelombang setinggi sembilan meter sudah lumrah terjadi dalam berbagai tsunami, bahkan ada pula tsunami dengan gelombang setinggi 30 meter. Semoga saja gempa bumi di Jawa bagian selatan malam tadi tidak menyebabkan tsunami. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: