Meski Dilarang, Trenggiling Tetap Diperdagangkan Secara Ilegal

TrubusLife
Trubus Life
15 Des 2017   17:30 WIB

Komentar
Meski Dilarang, Trenggiling Tetap Diperdagangkan Secara Ilegal

Perdagangan ilegal trenggiling laris di pasaran Asia. (Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Trenggiling atau mamalia pemakan semut ini ternyata masih laris dan tetap diperdagangkan secara ilegal, walaupun secara global telah dilarang.

Trenggiling dianggap sebagai bahan makanan lezat yang bermanfaat dalam pengobatan tradisional, terutama di China, Vietnam, dan Afrika. Trenggiling terus menerus mencari rute baru untuk menghindari lembaga penegakan hukum.

Setidaknya ada 20 ton trenggiling yang ditangkap setiap tahun untuk diperdagangkan melintasi perbatasan antar negara. Penyelundup selalu punya akal menciptakan rute baru guna melakukan perdagangan ilegal setiap tahunnya. 

Padahal tahun 2016 lalu perdagangan internasional untuk spesies ini telah dilarang dalam pertemuan satwa liar global di Afrika Selatan. Namun, kesepakatan ini nampaknya mengendur sehingga perburuan tetap merajalela.

Penelitian yang dilakukan oleh kelompok pemantau lalu lintas perdagangan satwa liar dan University of Adelaide menganalisis serangan internasional sejak tahun 2010 hingga 2015. Mereka menemukan 120 ton baik itu trenggiling utuh, beberapa bagian tubuh, serta sisik trenggiling yang telah disita oleh pihak berwenang.

“Ini merupakan gambaran serius jumlah trenggiling yang secara fenomenal diperdagangkan. Para pedagang pun sangat gesit dan beradaptasi dengan cepat menanggapi tindakan penegakan hukum,” kata Kanitha Krishnasamy, direktur regional untuk lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara.

Kanitha juga menambahkan, “Ini menunjukkan pedagang betul-betul tidak pandang bulu tentang permainan rute baru yang mereka pilih dengan sarana transportasi yang sah.”

Terdapat 1.270 rute perdagangan trenggiling yang melibatkan 67 negara dan wilayah. Ada empat spesies trenggiling di Afrika dan beberapa negara di Asia, dengan klasifikasi yang beragam mulai dari rentan hingga terancam punah.

Trenggiling sebagian besar diperdagangkan di Asia, terutama di China sebagai tujuan yang paling umum untuk pengiriman jumlah besar. Bulan Juli 2017 lalu, terdapat 12 ton trenggiling yang diselundupkan dan tertangkap di pelabuhan selatan Kota Shenzhen, China.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bawang Merah dan Daun Bawang Manakah yang Lebih Sehat

Health & Beauty   29 Jan 2021 - 09:39 WIB
Bagikan:          

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Pet & Animal   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan: