Sakit Kepala atau Migrain, Bisa Sembuh dengan Terapi Ini

TrubusLife
Trubus Life
30 Nov 2017   17:00 WIB

Komentar
Sakit Kepala atau Migrain, Bisa Sembuh dengan Terapi Ini

Sakit kepala atau migrain. (Foto: Pixabay/ maxlkt)

Trubus.id -- Pengidap sakit kepala atau migrain kini dapat melakukan terapi pencegahan terbaru yang disinyalir dapat mengurangi jumlah serangan hingga setengahnya. Seperti apa?

Terapi sakit kepala dilakukan dengan penyuntikan sekali sebulan, dan dapat diaplikasikan di rumah. Penyuntikan ini menghambat molekul otak yang berhubungan dengan migrain. Ada sekitar 8,5 juta orang di Inggris yang mengidap migrain, dan paling tidak ada 200.000 serangan sakit kepala yang terjadi setiap hari.

Obat terbaru yang disebut Erenumab ini, nampaknya dapat mengurangi jumlah serangan sakit kepala hingga setengahnya. Hal ini jadi terobosan baru memberi harapan nyata pada para pengidap migrain.

Dr. Peter Goadsby selaku profesor neurologi di King’s College London menyatakan, “Ini jelas menunjukkan bahwa dengan menghalangi jalur ini dapat mengurangi dampak sakit kepala. Hasilnya memberi transisi nyata pengidap migrain melalui terapi khusus.”

Migrain biasanya melibatkan sakit kepala parah dan seringkali menimbulkan gejala mual, muntah, dan sensitif terhadap suara atau cahaya. Hal ini mempengaruhi satu dari setiap lima perempuan dan satu dari 15 pria. Migrain juga dianggap kondisi genetik, karena keluarga dekat dari pengidapnya pasti mengalami hal serupa.

Pengobatan baru ini merupakan antibodi yang dirancang untuk memblokir reseptor peptida terkait gen kalsitonin (CGRP) di otak, yang punya peran penting dalam memicu migrain. CGRP adalah neurotransmitter yang menginstruksikan otak untuk mengaktifkan saraf sensorik di bagian kepala dan leher.

Penelitian sebelumnya menemukan, CGRP hadir dalam tingkat yang luar biasa tinggi selama serangan migrain, yang diperkirakan menyebabkan overstimulasi. Pengidap migrain atau sakit kepala yang melakukan terapi suntik dengan Erenumab akan mengalami migrain tiga hari lebih sedikit dibanding dengan rata-rata biasanya delapan hari. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Wabah Belalang yang Menyerang Afrika Sekarang Terjadi di Tiongkok

Plant & Nature   24 Feb 2020 - 11:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Makanan Wajib Saat Menderita Flu

Health & Beauty   22 Feb 2020 - 23:15 WIB
Bagikan: