Wanita Obesitas Cenderung Memiliki Anak Autisme?

TrubusLife
Diah Fauziah
26 Nov 2017   21:00 WIB

Komentar
Wanita Obesitas Cenderung Memiliki Anak Autisme?

Ibu gemuk berisiko lebih tinggi, sekitar 50 persen, memiliki anak dengan gangguan neurodevelopmental. (Foto: Pixabay/ Greyerbaby)

Trubus.id -- Wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil, cenderung memiliki anak autisme atau dengan masalah perilaku, berdasarkan penelitian terbaru.

Ibu gemuk berisiko lebih tinggi, sekitar 50 persen, memiliki anak dengan gangguan neurodevelopmental. Sementara wanita yang obesitas memiliki risiko 17 persen lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dari wanita dengan berat badan normal.

Penemuan Virginia Commonwealth University ini menyoroti implikasi langsung epidemi obesitas saat ini dapat terjadi pada generasi yang akan datang. Autisme, ADHD dan masalah perilaku lainnya telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir, seperti halnya obesitas. Tidak hanya faktor genetik, pengaruh non genetik juga mempengaruhi perkembangan saraf.

Lebih dari 40 persen wanita di Amerika Serikat mengalami obesitas. Kelainan perkembangan saraf seperti ADHD, sindrom Tourette dan autisme biasa terjadi.  Mempengaruhi sekitar satu dari 20 orang. ADHD diperkirakan mempengaruhi sekitar dua dan lima persen anak usia sekolah dan kelahiran premature. Risiko tersebut bisa meningkat apabila sang ibu merokok, minum alkohol, mengonsumsi obat-obatan.

“Perkembangan saraf anak-anak terkait dengan kondisi mereka sebelum dilahirkan, misalkan nutrisi, stres, dan racun lingkungan,” kata Profesor Dr. Bernard Fuemmeler dari Virginia Commonwealth University.

Menurut catatan Bernard, masalah perkembangan saraf juga telah disejajarkan dengan peningkatan obesitas di masyarakat.

“Bersamaan dengan data praklinis yang menghubungkan diet tinggi lemak dan obesitas pra-kehamilan terhadap perkembangan otak dan perilaku pada keturunan. Mungkin saja, ada kaitan antara dua tren tersebut,” lanjutnya.

Tim peneliti menemukan 58 persen peningkatan risiko keterlambatan perkembangan dan 42 persen meningkatkan risiko masalah emosional atau perilaku di antara anak-anak perempuan obesitas dibandingkan dengan anak-anak dari wanita dengan berat badan sehat.

Menjadi gemuk selama kehamilan juga meningkatkan risiko diabetes gestasional yang telah dikaitkan dengan penurunan nilai tes kognitif dan masalah perilaku dan kelahiran prematur.

“Satu diantara 13 bayi yang lahir dari wanita dengan berat badan berlebih ketika hamil bisa terkena autisme dan memiliki kemampuan kognitif yang rendah,” tutur Bernard.

 Prof. Fuemmeler dan koleganya dari Duke University Medical Center meninjau semua penelitian yang terkait berat badan ibu hamil dan perkembangan saraf anak mereka.  Dari 1.483 artikel, 41 diantaranya memenuhi kriteria inklusi untuk tinjauan sistematis.

“Anak-anak yang lahir dari ibu dengan obesitas berisiko lebih tinggi terhadap masalah perkembangan saraf. Termasuk ADHD, ASD, masalah emosional atau perilaku yang lebih besar dan penundaan kognitif,” kata Fuemmeler.

Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Obesity Reviews. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: