Ahli Gizi IPB Ungkap Pentingnya Edukasi Masyarakat untuk Mencintai Pangan Lokal

TrubusLife
Astri Sofyanti
20 Nov 2020   14:28 WIB

Komentar
Ahli Gizi IPB Ungkap Pentingnya Edukasi Masyarakat untuk Mencintai Pangan Lokal

Singkong, menjadi salah satu sumber pangan lokal yang rasanya lezat dan kaya manfaat. (istockphoto)

Trubus.id -- Indonesia memiliki potensi sumber pangan lokal yang begitu melimpah yang bisa diolah untuk memenuhi kecukupan gizi masyarakat. Dengan potensi yang luar biasa ini, seharusnya masyarakat mampu melakukan diversifikasi pangan. Namun sayangnya, sumber pangan lokal belum dimanfaatkan secara optimal.

“Penganekaragaman pangan diperlukan sebagai pilar penting yang menunjang ketahanan pangan. Ini untuk memenuhi kekurangan terhadap suatu bahan dan agar sumber daya pangan baru dapat diberdayakan melalui penganekaragaman pangan,” kata Guru Besar IPB University Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Prof Dr Ahmad Sulaeman dalam diskusi daring baru-baru ini.

Menurutnya, upaya ini diharapkan dapat menanggulangi permasalahan yang menyangkut kekurangan bahan pangan, perbaikan nilai gizi, dan pengembangan serta pemanfaatan sumber daya pangan baru. Meski demikian, terdapat hambatan dalam implementasinya. Salah satu hambatannya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pangan dan gizi terutama pangan lokal.

Diakuinya, ada beberapa faktor yang menyebabkan belum teroptimalisasinya sumber pangan lokal. Mulai dari masih terbatasnya berbagai menu pilihan yang bersumber dari pangan lokal baik di rumah makan, restoran ataupun di catering menjadi salah satu hambatan terbesar.

“Belum banyak restoran dan catering yang secara khusus menyediakan menu non beras,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya menekankan pentingnya inovasi dalam pemanfaatan sumber daya pangan lokal. Inovasi ini berupa pengolahan pangan dan riset guna mendukung tersedianya bukti ilmiah keunggulan pangan lokal sebagai pangan masa depan.

Tidak hanya itu, Sulaeman juga mengatakan perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi konsumsi pangan dan cinta makanan lokal.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: