Begini Cara Memasak Beras Agar Racun Arseniknya Berkurang Namun Nutrisinya Tetap Terjaga

TrubusLife
Syahroni
05 Nov 2020   15:22 WIB

Komentar
Begini Cara Memasak Beras Agar Racun Arseniknya Berkurang Namun Nutrisinya Tetap Terjaga

ilustrasi. (Istimewa)

Trubus.id -- Beras merupakan salah satu makanan yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Beras juga sangat tinggi arsenik dibandingkan dengan kebanyakan makanan lain, menyerap sekitar 10 kali lebih banyak arsenik anorganik beracun daripada tanaman sereal lainnya.

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh cara menanam padi di sawah yang tergenang air, yang membuatnya lebih mudah untuk menyerap senyawa karsinogenik yang secara alami ada di dalam tanah. Air tanah yang terkontaminasi dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat dalam kaitannya dengan paparan arsenik, sebagian karena digunakan untuk irigasi dalam memproduksi beras.

Sebuah studi di awal tahun ini menguji 55 varietas beras yang dijual di Inggris. Ilmuan menemukan bahwa lebih dari setengahnya mengandung kadar arsenik lebih tinggi dari yang diizinkan untuk dikonsumsi bayi dan anak di bawah usia lima tahun. Sementara yang lain menemukan hubungan antara konsumsi beras dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

"Ada keprihatinan yang tinggi di antara penduduk tentang makan nasi karena adanya kandungan arsenik," kata peneliti tanah dari Universitas Sheffield, Manoj Menon.

Untungnya, selama beberapa tahun telah dipahami bahwa kadar arsenik anorganik dalam beras dapat dikurangi dengan berbagai cara, melalui pencucian atau pembilasan, atau menggunakan metode memasak yang berbeda. Namun di sisi lain, cara memasak ini juga dapat menurunkan kadar nutrisi dalam beras.

Dalam sebuah studi baru, Menon dan timnya menyelidiki berbagai metode memasak nasi untuk melihat mana yang menawarkan cara terbaik untuk mengurangi arsenik sekaligus menjaga nutrisi.

Mereka meneliti empat proses, yang semuanya melibatkan menanak nasi dengan metode absorpsi, baik menggunakan nasi yang tidak dicuci, nasi yang dicuci, nasi yang telah direndam sebelumnya, atau nasi yang setengah matang.

Ketika mereka menganalisis hasil, mereka menemukan metode Parboiling with Absorpsi (PBA) mengurangi sebagian besar arsenik dari beras, sekaligus mempertahankan nutrisinya.

Untuk mempraktekan cara memasaknya di rumah, Anda bisa memulai dengan mendidihkan air (empat cangkir air tawar untuk setiap cangkir beras mentah). Kemudian tambahkan nasi dan didihkan selama 5 menit. Selanjutnya, buang air (yang sekarang telah menghilangkan sebagian besar arsenik yang ada di dalam beras), dan tambahkan lebih banyak air bersih (dua cangkir untuk setiap cangkir beras). Terakhir, tutup beras dengan penutup, masak dengan api kecil hingga sedang sampai air meresap.

"Dengan metode baru kami, kami dapat secara signifikan mengurangi paparan arsenik sekaligus mengurangi hilangnya nutrisi utama. Kami sangat merekomendasikan metode ini saat menyiapkan nasi untuk bayi dan anak-anak karena mereka sangat rentan terhadap risiko paparan arsenik." ungkap Menon dilansir dari sciencealert.

Menurut para peneliti, teknik ini menghilangkan sekitar 54 persen senyawa anorganik dalam beras merah, dan sekitar 73 persen dalam beras putih, sementara secara umum mempertahankan jumlah nutrisi fosfor, kalium, magnesium, seng, dan mangan terbanyak.

Selain menghilangkan arsenik dan pengawetan nutrisi, para peneliti mengatakan metode PBA menggunakan lebih sedikit air, energi dan waktu memasak daripada metode memasak lain yang dapat menghilangkan arsenik, seperti menggunakan dan membuang kelebihan air (yang juga menghilangkan lebih banyak nutrisi).

Para peneliti mengakui bahwa percobaan mereka harus diulangi di lingkungan yang berbeda, menggunakan jenis beras daerah yang berbeda, dan tingkat kualitas air yang berbeda. Tapi itu langkah pertama yang bagus. Studi mereka ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science of The Total Environment. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: