Pulihkan Ekosistem Pesisir, KKP Akan Tanam Terumbu Karang Seluas 50 Hektare di Bali

TrubusLife
Syahroni
06 Okt 2020   12:40 WIB

Komentar
Pulihkan Ekosistem Pesisir, KKP Akan Tanam Terumbu Karang Seluas 50 Hektare di Bali

Pemerintah menargetkan melakukan transplantasi atau penanaman kembali terumbu karang di lima lokasi di Pulau Dewata seluas 50 hektare. (Doc/ KKP)

Trubus.id -- Guna memulihkan ekosistem pesisir laut, khususnya terumbu karang dan meningkatkan lapangan kerja dari tumbuhnya destinasi wisata bahari di Bali serta membuak peluang ec0-eduwisata, Kementerian kelautan dan Perikanan, menyusun program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo optimistis program ini akan berjalan sesuai rencana dan akan rampung tahun ini. Total, pemerintah menargetkan melakukan transplantasi atau penanaman kembali terumbu karang di lima lokasi di Pulau Dewata seluas 50 hektare.

"Secara prinsip pelaksanaan ini sudah sangat maju, teman-teman dari KKP dan Menko selalu koordinasi. Pelaksanaannya kami sangat yakin sesuai waktu walaupun 50 hektare," kata Menteri Edhy saat rapat koordinasi bersama Menko Kemaritiman dan Investasi yang digelar secara virtual, Senin (5/10) kemarin.

Karenanya, dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy meminta Pemda Bali untuk segera menentukan lokasi sekaligus mengeluarkan izin untuk kegiatan transplantasi terumbu karang. Selain itu, Menteri Edhy juga meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperbolehkan pengambilan bibit terumbu karang dari alam di luar area konservasi.

Jika nantinya diizinkan, Menteri Edhy memastikan pengambilan bibit alam akan dilakukan secara profesional oleh tangan ahli.

"Dari jumlah memang tidak besar cuma 50 hektare, tapi jumlah bibit per hektare 56 ribuan, perlu rekomendasi untuk ambil dari bibit alam tapi bukan dari yang konservasi," sambungnya.

Atas kendala tersebut, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan segera berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kendati demikian, dia berpesan agar pengambilan bibit alam tersebut betul-betul dilakukan oleh seorang yang ahli.

"Yang ambil tolong diperhatikan orang yang betul-betul ahlinya, boleh nanti saya telpon ibu Siti (Menteri LHK)," jawab Menko Luhut.

Menko Luhut menilai, ICRG sebagai program yang bagus dan juga didukung Presiden Joko Widodo. Terlebih program ini bisa jadi stimulus dalam rangka pemulihan ekonomi nasional mengingat diimplementasikan melalui padat karya.

"Program ini bagus sekali, Presiden setuju banget, kita stimulus juga untuk mangrove dan untuk karang. Walaupun jumlahnya 50-an hektare, kalau bagus nanti kita perbanyak," urainya.

Ke depan, Menko Luhut meminta KKP kembali menyantumkan program transplantasi terumbu karang. Bahkan, dia berharap luasan lokasi ICRG bisa ditingkatkan tiap tahun.

"Tahun depan kita mau bikin berapa, berikutnya berapa," jelasnya.

Sebagai informasi, transplantasi terumbu karang di Bali direncanakan akan dilakukan dengan sejumlah metode di antaranya Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (MARRS), atau mengembangkan struktur koral melalui rangka laba-laba yang digunakan untuk mencangkok terumbu karang. Kemudian bioreeftek atau menciptakan media sebagai tempat hidup bagi karang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan: