Ganggang Beracun Dituding Sebagai Penyebab Kematian Massal 300 Gajah di Botswana

TrubusLife
Syahroni
29 Sep 2020   17:38 WIB

Komentar
Ganggang Beracun Dituding Sebagai Penyebab Kematian Massal 300 Gajah di Botswana

Sebanyak 300 gajah mati mendadak di dekat Delta Okawango, Botswana, awal tahun ini. (Istimewa)

Trubus.id -- Misteri tewasnya sekitar 300 ekor gajah Seronga, dekat Delta Okawango di Botswana awal tahun ini sedikit demi sedikit mulai terkuak. Tim penyelidik yang terdiri dari para ahli dan pejabat pemerintah setempat menemukan, kematian massal gajah-gajah ini diduga akibat ganggang air beracun. 

"Gajah di daerah Seronga mati karena kelainan saraf yang tampaknya disebabkan air minum yang tercemar oleh racun cyanobacterium dalam sumber air di wilayah tersebut," kata Cyril Taolo, direktur pelaksana Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (29/9).

Ia mengatakan, kematian itu terjadi setelah sumber air mengering. Foto udara yang memilukan menunjukkan gajah mati tersebar di sekitar lanskap Botswana. Kematian misterius juga memicu kekhawatiran tentang potensi dampak kesehatan pada orang yang tinggal di daerah setempat.

Dr Niall McCann, direktur konservasi di National Park Rescue yang berbasis di Inggris, menggambarkan kematian terkait racun sebagai hipotesis yang kuat.

"Yang kami ketahui adalah bahwa Pemerintah Botswana (dan mitra internasional) menemukan cyanobacteria yang berpotensi berbahaya di dalam air di daerah tempat gajah mati," katanya kepada Fox News.

"Apa yang kami tidak tahu, dan tidak ada cara untuk membuktikan sekarang bangkai telah membusuk, adalah apakah racun dari cyanobacteria ini membunuh gajah. Ini adalah hipotesis yang disetujui banyak dari kita selama beberapa minggu terakhir, tetapi pada dasarnya tidak mungkin untuk membuktikannya pada tahap ini."

McCann menggambarkan keracunan oleh orang-orang sebagai hipotesis persaingan yang kuat tetapi mencatat tidak ada bukti langsung untuk itu.

"Menemukan cyanobacteria yang berpotensi berbahaya adalah bagian penting dari teka-teki, dan yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengidentifikasi racun apa yang mereka hasilkan dan memahami spesies mana (termasuk manusia) yang berisiko," katanya.

"Kami kemudian perlu mencari cara untuk mengidentifikasi perkembangan ganggang berbahaya ini dan mengurangi efek merusaknya."

Taolo tidak dapat menjelaskan mengapa racun tidak memengaruhi hewan lain yang meminum air tersebut juga terkena dampak. Dia pun mengesampingkan penyebab seperti antraks, perburuan, dan sabotase. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan: