Makanan Tambahan yang Tidak Sesuai, Tingkatkan Risiko Kematian Ikan dalam Ember

TrubusLife
Syahroni
04 Juli 2020   22:00 WIB

Komentar
Makanan Tambahan yang Tidak Sesuai, Tingkatkan Risiko Kematian Ikan dalam Ember

Budidaya ikan dalam ember. (Dejave)

Trubus.id -- Sebulan berlalu usai puluhan karyawan Medco Group mengikuti Kelas Trubus dengan tema ‘Panen Sayur dan Ikan di Ember untuk Ketahanan Pangan Keluarga’ yang digelar 18 Mei Silam. Perkembangan ikan dan sayuran yang mereka tanam pun sudah mulai terlihat perkembangannya. 

Taufan, salah satu peserta mengatakan, tidak banyak kendala yang ia hadapi selama menjalani praktek Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember (Budikdamber) yang ia terima di Kelas Trubus. Menurut data yang ia catat, 23 persen tingkat kematian yang terjadi bisa disimpulkan terjadi karena ada kesalahan pemberian pakan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan.

“Ini sudah 40 hari atau sebulan lebih. Kemarin dikasih bibit 38 ekor sekarang tinggal 30-an. Fatality ratenya 23persen. Tetapi yang perlu dicatat di situ, di awal ikan berkurang satu karena ikan loncat. Itu terjadi 3 hari pertama saat masih di ember kecil. Saat adaptasi. Lalu yang 7 ekor lagi ikan lele itu sebenarnya sudah 2 minggu berjalan, sudah pindah keember besar. Penyebabnya kemungkinan besar karena makanan lain, dikasih roti  sama anak saya.” jelas Taufan saat dihubungi Trubus.id.

Kesimpulan itu diambil Taufan karena menurut catatannya, dengan memperhatikan parameter air dan suhu, 2 minggu setelah ikannya ada yang mati, tak ada lagi kematian yang terjadi. “Jadi saya berasumsi fatality rate 23 persen itu karena tambahanan makanan dari anak saya,” jelas Taufan lagi.

Ia menilai, pelatihan yang diberikan di Kelas Trubus juga sudah cukup baik. Meski pelatihan harus dijalankan secara daring, namun mereka masih bisa melihat prakteknya secara langsung. 

“Yah memang mesinya pelatihan dilakukan secara langsung yah. Tapi karena pandemi yah harus online. Tapi secara keseluruhan training cukup bagus karena di situ juga ada prakteknya. Dan kita juga punya grup WA. Disitu ada saling tanya jawab yang cukup membantu. Sehingga utamanya saat kita eksekusi ilmunya 50 persen sudah terserap, tinggal pelaksanaannya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyambut baik upaya yang dilakukan Medco Foundation, Medco Learning Center dan Trubus Bina Swadaya (TBS) guna menciptakan ketahanan pangan keluarga saat pandemi. Taufan mengatakan, pemenuhan kebutuhan pangan di masa pandemi adalah hal yang cukup penting. Dengan adanya pelatihan tersebut, bisa menjadi alternative mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. 

“Di tengah pandemi ini cari makan harus keluar. Ini (pelatihan budidaya ikan dan sayur dalam ember) alternative. Pelatihan ini jadi proses pembelajaran dan hobi baru karena di masa pandemi kita harus lebih banyak di rumah,” ujarnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: