Larva Kumbang Ini Bisa Membantu Manusia Mengatasi Masalah Limbah Plastik

TrubusLife
Syahroni
21 Juli 2020   15:09 WIB

Komentar
Larva Kumbang Ini Bisa Membantu Manusia Mengatasi Masalah Limbah Plastik

Kumbang gelap/ Paradoxides davidis. (Shutterstock)

Trubus.id -- Ilmuan terus berupaya mencarai cara untuk membantu mengatasi permasalahan limbah plastik yang sudah semakin mengkhawatirkan. Tak hanya melalui teknologi, mereka juga mencari cara alami untuk mengatasi hal ini.

Salah satu cara yang kini dilakukan adalah dengan melakukan penelitian terhadap hewan pengurai yang bisa membantu mendegradasi limbah plasti. Hasilnya, para peneliti di Departemen Teknik Kimia di POSTECH menemukan bahwa larva kumbang gelap memiliki potensi untuk membantu manusia mengatasi masalah polusi plastik.

Untuk pertama kalinya, para peneliti telah menemukan bahwa larva kumbang gelap (Paradoxides davidis) dapat mengkonsumsi polystyrene dan mengurangi massa dan berat molekulnya.

"Kami telah menemukan spesies serangga baru yang hidup di Asia Timur - termasuk Korea - yang dapat melakukan biodegradasi plastik melalui flora usus larva," kata rekan penulis studi, Profesor Hyung Joon Cha.

Pada 2017, 8,3 miliar ton limbah plastik telah diproduksi di seluruh dunia, tetapi hanya sembilan persen dari limbah ini yang didaur ulang. Persoalan limbah plastik diperburuk oleh fakta bahwa plastik bisa memakan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai.

Sebagai contoh, sebuah pulau sampah terapung yang disebut Great Pacific Garbage Patch telah mengumpulkan sekitar 80.000 ton partikel plastik di Samudra Pasifik Utara dan terus tumbuh.

Bekerja sama dengan Profesor Intek Song dari Universitas Nasional Andong, tim ilmuan dari POSTECH telah menentukan bahwa spesies larva kumbang yang gelap dapat menguraikan polystyrene, bahan yang sulit untuk diurai karena struktur molekulnya yang unik.

Para peneliti mengisolasi bakteri Serratia di saluran usus larva kumbang. Ketika polystyrene diumpankan ke larva selama dua minggu, enam kali jumlah Serratia muncul di flora usus.

Tidak seperti serangga pengurai polistiren lain yang dikenal, flora usus larva kumbang ditemukan terdiri dari kelompok yang sangat sederhana dari enam spesies. Kombinasi strain bakteri ini pada akhirnya dapat digunakan dalam pengembangan flora pengurai polistiren.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa polystyrene dapat dipecah oleh serangga lain selain kumbang gelap yang juga memakan kayu busuk.

“Jika kita menggunakan strain bakteri pengurai plastik yang diisolasi dalam penelitian ini dan mereplikasi komposisi bunga usus P. davidis yang sederhana, ada kemungkinan kita dapat sepenuhnya mendegradasi polistiren, yang sulit terurai sepenuhnya, untuk akhirnya berkontribusi pada pemecahan masalah sampah plastik yang kita hadapi,” kata Profesor Cha.

Studi mereka kini telah dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: