Hanya Dalam 1 Jam, Lumut Ini Mampu Menghilangkan Arsenik di Air Kotor

TrubusLife
Syahroni
13 Juli 2020   20:00 WIB

Komentar
Hanya Dalam 1 Jam, Lumut Ini Mampu Menghilangkan Arsenik di Air Kotor

Warnstorfia fluitans, lumut air yang tumbuh di Swedia utara, dikenal karena kemampuan penyerapannya yang luar biasa. (Doc/ Uniiversity of Stockholm)

Trubus.id -- Para peneliti di Universitas Stockholm telah menemukan sejenis lumut yang dapat menghilangkan arsenik dari air. Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution itu dilaporkan, proses pembuangan tidak hanya efektif tetapi juga sangat cepat, mengubah air yang terkontaminasi ke tingkat minum yang aman hanya dalam satu jam.

"Percobaan kami menunjukkan bahwa lumut memiliki kapasitas yang sangat tinggi untuk menghilangkan arsenik. Diperlukan tidak lebih dari satu jam untuk menghilangkan 80 persen arsenik dari wadah air. Pada saat itu, air telah mencapai tingkat arsenik yang rendah sehingga tidak lagi berbahaya bagi manusia.” kata rekan penulis studi, Arifin Sandhi. 

Warnstorfia fluitans, lumut air yang tumbuh di Swedia utara, dikenal karena kemampuan penyerapannya yang luar biasa.

Arsenik terjadi secara alami di tanah dan batuan dasar di beberapa bagian Swedia. Karena alasan ini, kegiatan penambangan dapat mencemari air dan tanah dengan arsenik.

Penulis utama studi, Maria Greger, adalah associate professor di Departemen Ekologi, Lingkungan, dan Ilmu Tanaman di Universitas Stockholm.

"Kami berharap bahwa sistem lahan basah berbasis tanaman yang kami kembangkan akan menyelesaikan masalah arsenik di daerah pertambangan utara Swedia," kata Profesor Greger.

Ketika sistem tanah dan air terkontaminasi, air minum dan air yang digunakan untuk tanaman juga tercemar. Di Swedia, tanaman seperti gandum, sayuran akar, dan sayuran berdaun hijau mungkin tercemar arsenik. Di bagian lain dunia, arsenik sering ditemukan pada makanan lain seperti nasi.

"Berapa banyak arsenik yang kita konsumsi pada akhirnya tergantung pada seberapa banyak makanan yang kita makan, serta bagaimana dan di mana mereka ditanam," kata Profesor Greger.

“Tujuan kami adalah bahwa sistem lahan basah berbasis tanaman yang kami kembangkan akan menyaring arsenik sebelum air menjadi air minum dan air irigasi. Dengan begitu, arsenik tidak akan membuatnya menjadi makanan kita. "

Temuan penelitian pada akhirnya dapat mengarah pada cara pemurnian air yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, Warnstorfia fluitans dapat ditanam di saluran air dengan kadar arsenik yang tinggi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: