Jenis Padi Air Dalam dapat Tumbuh Lebih Tinggi Agar Bertahan dari Banjir

TrubusLife
Syahroni
07 Juli 2020   15:00 WIB

Komentar
Jenis Padi Air Dalam dapat Tumbuh Lebih Tinggi Agar Bertahan dari Banjir

ilustrasi. (Istimewa)

Trubus.id -- Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Universitas Tohoku telah menemukan bahwa tanaman padi air dalam dalam telah berevolusi untuk mengatasi kondisi banjir dengan mengembangkan gen yang memungkinkan mereka tumbuh lebih tinggi.

Padi air dalam biasanya tumbuh di air dangkal. Namun, selama musim hujan di Asia Selatan dan Tenggara, banjir dapat mencapai kedalaman beberapa meter dan sering bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan pada suatu waktu.

Untuk bertahan dari banjir besar, tanaman padi tumbuh lebih tinggi saat air naik. Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science mengidentifikasi sebuah gen yang merupakan kunci untuk respon mandiri yang dikenal sebagai SD1 (SEMIDWARF1).

Baca Lainnya : Dengan Metode Bioteknologi Baru Ini, Hasil Panen Padi Bisa Melambung Tinggi

Ketika direndam dalam air, padi menumpuk etilen, hormon tanaman gas. Akibatnya, faktor transkripsi responsifen-etilen yang disebut OsEIL1a mengaktifkan gen SD1. Protein SD1 memberi sinyal peningkatan produksi giberelin, khususnya GA4, yang mendorong pertumbuhan vertikal di tanaman.

Analisis tim menunjukkan bahwa variasi di antara padi air dalam ini pertama kali berevolusi pada leluhur liar selama domestikasi padi yang dibudidayakan. Menurut penelitian, kemampuan untuk tumbuh lebih tinggi sebagai respons terhadap tingkat air yang tinggi muncul ketika tanaman beradaptasi dengan lingkungan perairan dalam di Bangladesh.

Baca Lainnya : Sistem Tanaman-Ternak Terintegrasi di Sawah: Strategi Baru untuk Nutrisi Padi yang Tergenang

Meskipun merupakan alel keuntungan fungsi transkripsi dari gen SD1 yang memungkinkan peningkatan ketinggian tanaman padi laut dalam, gen yang sama juga dikaitkan dengan tinggi tanaman pendek. Ini terjadi ketika alel kehilangan fungsi SD1 menghambat pertumbuhan beras. Ketinggian yang lebih pendek meningkatkan ketahanan penginapan dan efisiensi reproduksi, meningkatkan hasil gabah tanaman.

Peran beragam gen SD1 dalam padi menyoroti ketangguhan dan fleksibilitas tanaman yang luar biasa dalam menanggapi lingkungan mereka.

"Peristiwa cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim dapat memengaruhi produksi pangan di seluruh dunia. Para petani perlu mendiversifikasi metode mereka dan variasi genetik samar yang ditemukan dalam gen padi liar mungkin menawarkan solusi adaptif untuk menanam tanaman yang tangguh.” terang pemimpin penelitian ini, Takeshi Kuroha. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: