4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

TrubusLife
Astri Sofyanti
02 Juli 2020   19:01 WIB

Komentar
4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Ilustrasi - Pelecehan seksual pada anak. (Istimewa)

Trubus.id -- Pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja. Tak hanya pria dan wanita dewasa, orang tua bahkan anak-anak pun kerap jadi korban. Yang cukup memprihatinkan, saat ini kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak masih marak terjadi. Dampak buruk kekerasan seksual pada anak tentunya akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang dan psikologi mereka ketika dewasa kelak. 

Untuk itu, meski kerap dianggap tabu, pendidikan seksualitas perlu diajari kepada anak sejak dini. Tujuannya tentu saja untuk mencegah dan melindungi anak dari aksi pelecehan seksual yang bisa merubah masa depan mereka.

Baca Lainnya : Trubus Bina Swadaya dan PSEA-CRS Sepakat Bekerja Sama Melawan Kekerasan Seksual pada Anak

“Anak-anak masih sangat rentan terhadap semua jenis pelecehan dan kekerasan seksual. Hal ini terjadi lantaran anak-anak dianggap tidak berdaya dan tidak banyak tahu cara melindungi dirinya. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan edukasi tentang cara mencegah dan melindungi anak dari bahaya pelecehan dan kekerasan seksual,” terang Psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo saat menjadi pembicara dalam webinar dengan tema 'Perlindungan Bagi yang Rentan, Melawan Pelecehan Seksual pada Anak', yang digagas oleh Trubus Bina Swadaya, Kamis (2/7/20).

Dengan semakin maraknya aksi pelecehan dan kekerasan seksual ini, tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua. Untuk itu mereka juga dituntut untuk semakin peka dan rutin mengawasi aktivitas anak-anaknya, agar terhindar dari hal-hal yang tidak mereka inginkan.

Sebagai acuan untuk para orangtua, berikut ini Vera memaparkan tips mencegah dan melindungi anak-anak dari kejahatan seksual:

1. Ajari anak mengenal anatomi tubuhnya

Pengenalan anatomi tubuh diperlukan untuk mengajari Si Kecil tentang anggota tubuhnya. Kenalkan anak dengan anatomi tubuhnya sesuai dengan nama yang sebenarnya seperti penis, vagina ataupun payudara. Orang tua juga diminta untuk tidak mengubah nama anatomi tubuh Si Kecil, sebab cara ini justru dapat menyebabkan salah tafsir.

2. Ajarkan anak mengenali bagian tubuh pribadinya

Orang tua juga dituntut untuk mengajari anak-anaknya tentang bagian tubuh pribadi. Mereka harus diajarkan pentingnya menjaga dan menghormati bagian pribadi tubuhnya itu.

"Batasannya dari mana sampai mana? Biasanya dari mulut sampai lutut. Ajari anak bahwa tidak sembarang orang boleh menyentuh bagian pribadi mereka itu," terang vera. 

3. Kenali tanda-tanda jika anak sedang ada masalah

Orang tua perlu mewaspadai dan jeli terhadap tanda-tanda jika anak sedang mengalami masalah. Misalnya tanda-tanda fisik tak biasa pada anak seperti memar, bekas luka, mengeluh sakit ketika buang air kecil, menjadi murung dan pendiam, menjadi penakut, bermimpi buruk, hingga takut bertemu orang.

4. Ajari anak untuk berkata tidak

Ajarkan anak bahwa dirinya memiliki kendali atas tubuhnya, dan harus berani mengatakan tidak terhadap sentuhan yang membuatnya tidak nyaman.

Diakui Vera, cara ini mengajarkan Si Kecil mengetahui area pribadi. Anak harus tahu harus berkata ‘tidak’ saat tidak mau disentuh. Semua orang harus menghargai menghargai orang lain dan tidak menyentuh orang lain jika tidak diizinkan.

“Tidak ada sentuhan yang boleh dirahasiakan,” ujar Vera.

Tekankan pada anak untuk selalu melapor atau bercerita jika ada yang memaksa ataupun membujuk untuk melihat ataupun menyentuh bagian tubuh pribadi mereka.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: