Switchgrass, Alternatif Pengganti Jagung Sebagai Sumber Bahan Bakar Hijau

TrubusLife
Syahroni
29 Juni 2020   17:00 WIB

Komentar
Switchgrass, Alternatif Pengganti Jagung  Sebagai Sumber Bahan Bakar Hijau

witchgrass merupakan bahan yang sangat cocok dan menghasilkan ethanol dalam jumlah yang tinggi. (shutterstock)

Trubus.id -- Dalam upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, jagung telah menjadi sumber utama dalam pembuatan biofuel untuk menggerakkan mobil dan pesawat terbang. Tetapi dampak lingkungan dan pasokan air yang dibutuhkan untuk menanam jagung membuatnya lebih cocok untuk digunakan sebagai makanan daripada sumber daya biofuel.

Tetapi sekarang, para peneliti dari Colorado State University telah menemukan bahwa switchgrass mungkin menjadi pilihan baru yang menarik untuk pembuatan biofuel.

Tanaman Switchgrass adalah alang-alang yang berasal dari Amerika dan dikenal karena daya tahan dan pertumbuhannya yang cepat. Switchgrass merupakan bahan yang sangat cocok dan menghasilkan ethanol dalam jumlah yang tinggi. 

Baca Lainnya : Rerumputan yang Mudah Dicerna, Solusi Meningkatkan Produksi Ternak dan Biofuel

Studi yang dipimpin oleh John Field dan diterbitkan dalam jurnal Nature Energy, menunjukkan bahwa jejak karbon dari switchgrass yang tumbuh adalah sebagian kecil dari ukuran sumber bahan bakar fosil tradisional.

Field dan rekan-rekannya berspesialisasi dalam bekerja dengan tanaman yang tidak dapat dimakan untuk membuat biofuel selulosa. Switchgrass dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai alternatif yang sangat baik untuk tanaman berdampak tinggi seperti jagung.

"Mereka tidak membutuhkan banyak pupuk atau irigasi," kata Field. “Petani tidak harus membajak ladang setiap tahun untuk menanam tanaman baru, dan mereka bagus selama satu dekade atau lebih.”

Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis suatu daerah di Kansas karena negara bagian tersebut memiliki pabrik produksi biofuel selulosa.

Untuk meneliti dampak lingkungan dan jejak karbon switchgrass, para peneliti menggunakan DayCent, sistem pemodelan yang dikembangkan oleh Colorado State University pada 1990-an. DayCent memodelkan pertumbuhan tanaman dan responsnya terhadap cuaca dan iklim serta siklus karbonnya.

Baca Lainnya : Makin Bersaing dengan Minyak, Limbah Biofuel Kini Bisa Dijadikan Produk yang Bermanfaat

Menggunakan DayCent, tim peneliti dapat menguji apakah switchgrass, ditanam untuk keperluan biofuel, akan menjadi alternatif yang efektif untuk bahan bakar fosil tradisional dan mengurangi jejak karbon.

Jejak karbon switchgrass yang dihasilkan adalah -11 hingga 10 gram karbon dioksida per megajoule. Megajoule biasanya digunakan untuk mengukur emisi karbon.

Untuk menempatkan angka itu dalam perspektif, jejak karbon bensin adalah 94 gram per megajoule.

Selain memberikan dampak lingkungan yang lebih kecil, para peneliti juga menemukan bahwa switchgrass efektif untuk penyimpanan karbon.

“Apa yang kami lihat dengan switchgrass adalah bahwa Anda sebenarnya menyimpan karbon di tanah,” kata John Field, penulis pertama studi tersebut. "Anda membangun bahan organik dan menyerap karbon."

Hasilnya menjanjikan, dan para peneliti bersemangat tentang implikasi pekerjaan mereka terhadap penelitian biofuel di masa depan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: