Ini Alasan Jamur Enoki di Tarik dari Peredaran

TrubusLife
Astri Sofyanti
26 Juni 2020   13:00 WIB

Komentar
Ini Alasan Jamur Enoki di Tarik dari Peredaran

Jamur enoki. (Getty Images)

Trubus.id -- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) belum lama ini mengeluarkan pernyataan resmi terkait penarikan jamur enoki dari peredaran. Dalam pernyataan resmi itu Kepala BPK Agung Hendriadi meminta pelaku usaha ataupun importir untuk menarik dan memusnahkan jamur enoki yang beredar di Indonesia.

Jamur enoki yang diimpor dari Korea selatan ditarik dari peredarannya di Indonesia. Hal ini dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) yang meminta pelaku usaha (importir) untuk menarik dan memusnahkan jamur enoki yang beredar di Indonesia.

Diduga pada jamur enoki ditemukan terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis.

Lantas apa alasan penarikan jamur enoki makanan yang populer di Korea Selatan?

1. Jamur Enoki Diduga Terkontaminasi Listeria Monocytogenes

Jamur yang diimpor dari Korea Selatan diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis.

2. Menjadi Kejadian Luar Biasa di Amerika Serikat dan Australia

Dalam peringatan tersebut, Indonesia mendapatkan kabar atas Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Bulan Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia yakni akibat dari mengonsumsi jamur enoki asal Korsel yang tercemar bakteri listeria monocytogenes.

3. Ada Peringatan dari INFOSAN

Berdasarkan pernyataan resmi Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi, penarikan dan pemusnahan ini dilakukan berawal dari laporan International Food Safety Authority Network (INFOSAN) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) nomor IN.DS.2020.09.02 pada tanggal 15 April 2020 lalu.

4. Bakteri Listeria Bisa Berakibat Fatakl Bagi Manusia

Bakteri listeria dinilai bisa berakibat fatal bagi manusia karena bisa menyebabkan penyakit listeriosis hingga berisiko kematian. Utamanya pada golongan rentan, balita, ibu hamil dan manula.

5. Tengah Dilakukan Investigasi Mendalam

Usai mendapat laporan, Badan Ketahanan Pangan langsung melakukan investigasi dan menemukan importir di Indonesia yang memasok jamur enoki asal Korsel yang dinotifikasi oleh INFOSAN telah memiliki nomor pendaftaran PSAT dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).

Pada tanggal 21 April 2020 dan 26 Mei 2020 telah dilakukan sampling oleh petugas OKKPP dan importir diminta agar tidak mengedarkan jamur enoki sampai investigasi selesai.

Setelah itu, dilakukan pengujian jamur enoki di laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech memberikan hasil sesuai dengan nomor hasil uji SIG.CL.2020.013381 tanggal 5 Mei 2020 dan SIG.CL.62020.017013 tanggal 10 Juni 2020.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang melewati ambang batas.

Badan Ketahanan Pangan memerintahkan importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea Selatan.

Surat Kepala BKP kepada Direktur PT Green Box Fresh Vegetables nomor B-259/KN.230/J/05/2020 tanggal 18 Mei 2020 hal penarikan produk. Pemusnahan atas jamur enoki sebanyak 1.633 karton dengan berat 8.165 kilogram dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: