Lima Fakta Jamur Enoki Yang Dimusnahkan Karena Picu Wabah Listeria

TrubusLife
Astri Sofyanti
26 Juni 2020   07:00 WIB

Komentar
Lima Fakta Jamur Enoki Yang Dimusnahkan Karena Picu Wabah Listeria

Jamur enoki. (Istimewa)

Trubus.id -- Jamur enoki (Flammulina veluptipes) beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan karena beberapa negara melaporkan karena munculnya wabah listeria. Jamur ini ternyata juga bisa ditemukan di Indonesia.

Jamur enoki punya beragam sebutan, di antaranya enokitake, velvet foot, golden needle, lily mushroom, enoko-take, jingu (di China), nam kim cham (Vietnam), dan paengi beoseot (Korea).

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengabarkan telah memusnahkan jamur enoki dalam negeri. Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian membenarkan bahwa jamur enoki terbukti mengandung Listeria.

“Dua hari yang lalu kita telah memusnahkan jamur enoki, karena beberapa negara di Australia, Amerika dan beberapa negara lain, telah menginfokan bahwa jamur enoki mengandung listeria,” demikian dikatakan Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yasid Taufik dalam seminar Webinar Keamanan Pangan di Era New Normal, belum lama ini.

Penyebab Wabah Listeria

Mengutip dari cdc.gov, bukti epidemiologis, traceback, dan laboratorium menunjukkan bahwa jamur enoki yang dipasok oleh Green Co. LTD, perusahaan asal Republik Korea, kemungkinan merupakan sumber wabah infeksi listeria. Kendati demikian, wabah ini nampaknya telah berakhir pada 9 Juni 2020.

Sebanyak 36 orang dari 17 negara dilaporkan terinfeksi listeria. 31 orang menjalani rawat inap, sementara ada empat kematian yang dilaporkan dari California, Hawaii, dan New Jersey. Enam kasus berhubungan dengan kehamilan, dengan dua kasus mengakibatkan kematian janin. Namun, baru-baru ini jamur enoki dikaitkan dengan munculnya wabah listeria.

Listeria merupakan infeksi yang disebabkan oleh kuman Listeria monocytogenes. Orang yang terkena listeria biasanya usai menyantap makanan yang telah terkontaminasi kuman tersebut.

Penyakit ini terutama menyerang perempuan hamil, bayi baru lahir, orang tua berusia 65 tahun ke atas, dan orang yang punya sistem kekebalan tubuh lemah, dikutip dari situs resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Pada Maret 2020 Ministry of Food and Drug Safety Korea Selatan menemukan Listeria monocytogenes pada jamur enoki produksi dua perusahaan asal Negeri Ginseng itu.

Selain itu, CDC juga menarik produksi jamur enoki dari dua perusahaan tersebut setelah melakukan penelitian dan ditemukan adanya Listeria monocytogenes, seperti melansir situs resmi CDC.

Melansir situs Specialtyproduce dan berbagai sumber lainnya, berikut fakta menarik tentang jamur enoki:

1. Tanaman Asli Asia

Melansir dari healthbenefitstimes.com, jamur enoki (jamur enokitake) merupakan tanaman asli. Jamur ini banyak ditemukan di Korea, China, hingga Jepang. Jamur enoki sendiri memiliki bentuk yang panjang dan tipis dan memiliki topi kecil pada bagian ujung.

2. Tumbuhan Liar yang di Budidayakan

Jamur enoki ada yang dibudidayakan maupun tumbuh di alam liar. Enoki sudah tumbuh di alam liar sejak 800 SM, terutama di kawasan Asia Timur dan Amerika Utara.

Biasanya tumbuh berkelompok pada batang pohon, seperti pohon hackberry China, kesemek, dan mulberry.

Sementara itu, Jepang yang pertama kali membudidayakan jamur enoki yang kini menjadi populer di berbagai negara.

Jamur budidaya ini biasanya tumbuh di lingkungan gelap yang kaya akan karbon dioksida, supaya batangnya berbentuk panjang, tipis, dan putih.

3. Sebagai Bahan Masakan

Jamur enoki dipakai pada masakan Asia, seperti Jepang, Korea, dan China. Enoki yang biasanya digunakan untuk bahan masakan adalah yang dibudidayakan, bukan yang tumbuh di alam liar.

Sementara itu di Jepang, jamur ini biasanya dibekukan layaknya es lalu digunakan untuk campuran teh, sup, dan kari. Jamur enoki juga merupakan bahan utama nametake, kondimen yang biasa digunakan sebagai bumbu sup, pasta, masakan yang ditumis, dan nasi.

4. Digunakan Sebagai Obat Tradisional

Selama ratusan tahun, jamur enoki digunakan dalam pengobatan tradisional China dan Jepang. jamur ini dinilai bisa mengobat berbagai macam menyakit seperti penyakit hati, kadar kolesterol tinggi, penyakit perut, dan tingkat tekanan darah tinggi.

5. Sumber Nutrisi, Vitamin, dan Mineral

Jamur enoki merupakan sumber nutrisi, vitamin, dan mineral yang baik. Mengonsumsi 65 gram jamur enoki menawarkan 4.571 miligram Vitamin B3, Vitamin B5 0,878 miligram, Vitamin B1 0,146 miligram, Vitamin B2 0,13 miligram, Fosfor 68 miligram, Fosfor 68 miligram, Besi 0,75 miligram dan 0,07 miligram Tembaga.

Kandungan lain jamur enoki yaitu asam Amino 0,026 gram Tryptophan, 0,072 gram Threonine, 0,058 gram Isoleucine, 0,084 gram Leucine dan 0,084 gram Lysine juga ditemukan dalam 65 gram jamur Enoki.

Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) telah menarik dan memusnahkan jamur enoki yang beredar di Indonesia. Jamur yang diimpor dari Korea Selatan ini  ditemukan terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis.

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengungkapkan penarikan dan pemusnahan ini dilakukan berdasarkan peringatan dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) nomor IN.DS.2020.09.02 pada tanggal 15 April 2020 lalu.

Dalam peringatan tersebut, Indonesia mendapatkan kabar atas Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Bulan Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia yakni akibat dari mengkonsumsi jamur enoki asal Korsel yang tercemar bakteri listeria monocytogenes.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, BKP melakukan investigasi dan menemukan importir di Indonesia yang memasok jamur enoki asal Korsel yang dinotifikasi oleh INFOSAN telah memiliki nomor pendaftaran PSAT dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).

Pada tanggal 21 April 2020 dan 26 Mei 2020 telah dilakukan sampling oleh petugas OKKPP dan importir diminta agar tidak mengedarkan jamur sampai investigasi selesai.

Setelah itu, dilakukan pengujian jamur enoki di laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech memberikan hasil sesuai dengan nomor hasil uji SIG.CL.2020.013381 tanggal 5 Mei 2020 dan SIG.CL.62020.017013 tanggal 10 Juni 2020.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang melewati ambang batas.

Akhirnya, BKP Kementan memerintahkan importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea Selatan.

Surat Kepala BKP kepada Direktur PT Green Box Fresh Vegetables nomor B-259/KN.230/J/05/2020 tanggal 18 Mei 2020 hal penarikan produk. Pemusnahan atas jamur enoki sebanyak 1.633 karton dengan berat 8.165 kg dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi.

BKP meminta Badan Karantina Pertanian melakukan peningkatan pengawasan keamanan pangan jamur enoki asal Korea Selatan. Selain itu, BKP juga meminta importir jamur enoki agar mendaftarkan produknya ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: