Tragis, Harimau Sumatera Tewas Diracun Petani yang Marah Karena Ternaknya Dimangsa

TrubusLife
Syahroni
25 Juni 2020   13:29 WIB

Komentar
Tragis, Harimau Sumatera Tewas Diracun Petani yang Marah Karena Ternaknya Dimangsa

Seorang pejabat mengambil sampel dari bangkai harimau jantan Sumatra yang ditemukan terkubur di taman nasional Batang Gadis. (Doc/ AFP)

Trubus.id -- Seekor harimau Sumatra ditemukan dalam kondisi tewas dengan dugaan keracunan sehari setelah tersangka pemburu liar didakwa membunuh kucing besar lain yang terancam punah dalam kasus terpisah.

Bangkai harimau jantan yang terkubur itu ditemukan di taman nasional Batang Gadis di Sumatra Utara setelah pihak berwenang mendapat petunjuk, menurut otoritas taman nasional. Dilansir dari AFP, pejabat itu juga menyebut, beberapa kulit binatang dan organ harimau sumatera itu telah hilang.

"Kesimpulan awal kami adalah bahwa harimau itu diracun," kata juru bicara taman nasional Batang Gadis, Bobby Nopandry seperti dilansir dari AFP.

Warga setempat, termasuk seorang kepala desa, mengatakan racun itu diberikan oleh para petani yang marah karena harimau telah membunuh ternak mereka, tambahnya.

Konflik manusia-satwa adalah hal biasa di kepulauan Asia Tenggara — terutama di daerah-daerah di mana pembukaan hutan hujan untuk membuka jalan bagi perkebunan kelapa sawit menghancurkan habitat alami.

Dalam satu tahun terakhir Sumatera telah menyaksikan serentetan serangan harimau yang fatal terhadap manusia.

Indonesia juga berjuang melawan perburuan liar yang merajalela, yang menyebabkan hampir semua kematian harimau Sumatra, menurut TRAFFIC, sebuah jaringan pemantauan perdagangan satwa liar global.

Pada hari Senin polisi di provinsi Aceh Sumatra mengatakan mereka telah menangkap empat tersangka pedagang karena membunuh harimau Sumatra dan berusaha menjual bagian-bagian tubuhnya.

Harimau Sumatra dianggap terancam punah oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam, dengan kurang dari 400 yang diyakini masih hidup di alam liar.

Bagian-bagian tubuh harimau banyak digunakan dalam pengobatan tradisional — khususnya di Tiongkok — meskipun bukti ilmiahnya sangat banyak, mereka tidak memiliki nilai manfaat. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: