Studi: Beberapa Diet Nabati Juga Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

TrubusLife
Syahroni
23 Juni 2020   18:00 WIB

Komentar
Studi: Beberapa Diet Nabati Juga Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

ilustrasi. (shutterstock)

Trubus.id -- Pola makan nabati yang memasukkan banyak gula dan biji-bijian olahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sebuah studi baru dari Universitas Harvard menemukan.

Penelitian sebelumnya tentang dampak diet nabati memperlakukan makanan nabati secara merata, meskipun beberapa seperti biji-bijian olahan dan minuman yang dimaniskan dengan gula dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Dalam studi baru, para peneliti menciptakan tiga versi dari pola makan nabati: keseluruhan pola makan nabati yang terdiri dari semua makanan nabati dan mengurangi asupan makanan hewani; diet yang terdiri dari makanan nabati yang sehat seperti biji-bijian, buah-buahan dan sayuran; dan pola makan nabati yang terdiri dari makanan nabati yang kurang sehat seperti biji-bijian olahan.

Para peneliti menggunakan sampel awal 73.710 wanita dari Nurses 'Health Study, 92.320 wanita dari Nurses' Health Study 2, dan 43.259 pria dari Health Follow-Up Study Professional. Peserta dengan penyakit jantung koroner pada awal dikeluarkan bersama dengan mereka yang menderita kanker, stroke, dan pembedahan arteri koroner.

Penelitian menunjukkan bahwa 8.631 peserta mengembangkan penyakit jantung koroner. Asupan yang lebih tinggi dari pola makan nabati yang lebih sehat, kaya akan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang jauh lebih rendah. Tetapi pola makan nabati yang menekankan makanan nabati yang kurang sehat seperti minuman manis, biji-bijian olahan, kentang dan permen memiliki efek sebaliknya, penelitian menemukan.

"Jelas bahwa ada variasi luas dalam kualitas gizi makanan nabati, sehingga penting untuk mempertimbangkan kualitas makanan dalam pola makan nabati," kata Ambika Satija, seorang postdoctoral fellow di Harvard University School of Public Kesehatan dan penulis utama studi ini.

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: