Keren, Ilmuan Sudah Berhasil Menciptakan Tanaman yang Bisa Menyala dalam Gelap

TrubusLife
Syahroni
22 Juni 2020   20:00 WIB

Komentar
Keren, Ilmuan Sudah Berhasil Menciptakan Tanaman yang Bisa Menyala dalam Gelap

Tanaman selada air yang disuntikkan partikel nano yang terdiri dari enzim khusus yang diperlukan untuk menghasilkan reaksi kimia yang menyebabkan efek bercahaya. (Doc/ Massachusetts Institute of Technology.)

Trubus.id -- Bioluminescence adalah reaksi kimia yang biasa terjadi pada kunang-kunang dan berbagai organisme laut yang menyebabkan mereka bersinar dalam gelap. Bioluminescence paling sering ditemukan pada organisme yang hidup di ekosistem laut, terutama di kedalaman yang lebih rendah.

Namun segera, pohon-pohon bercahaya layaknya bintang dapat menerangi jalan-jalan kota berkat terobosan baru-baru ini dari para peneliti di Massachusetts Institute of Technology.

Penelitian baru menghasilkan tanaman selada air yang bersinar hampir cukup terang untuk berfungsi sebagai lampu meja selama tiga setengah jam dan ini hanya merupakan langkah pertama, menurut tim ilmuwan.

Untuk membuat bioluminesensi dalam tanaman selada air, para peneliti menyuntikkan partikel nano yang terdiri dari enzim khusus yang diperlukan untuk menghasilkan reaksi kimia yang menyebabkan efek bercahaya.

Enzim-enzim, luciferase dan Co-enzyme A, dimasukkan ke dalam pembawa nanopartikel yang berbeda dan disuntikkan ke dalam tanaman selada air. 
Luciferase, yang bekerja pada molekul yang disebut luciferin, adalah jantung dari semua bioluminescence.

Setelah merawat tanaman dengan nanopartikel dengan hati-hati, selada air itu berhasil memancarkan bioluminescent. Awalnya mereka mengira sinar itu tidak cukup terang untuk berfungsi sebagai lampu meja. Namun para peneliti ternyata dapat membaca bagian-bagian buku dengan cahaya tersebut.

Pada awalnya, waktu kilau tanaman adalah sekitar 45 menit, tetapi ini segera diperpanjang menjadi hampir empat jam.

Jika para peneliti melanjutkan upaya mereka, lampu jalan bioluminescent dan pencahayaan dalam ruangan mungkin segera menjadi kenyataan dan akan menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan hemat energi untuk listrik.

"Cahaya pada akhirnya ditenagai oleh metabolisme energi dari tanaman itu sendiri," kata Michael Strano, penulis senior studi tersebut. “Pekerjaan kami dengan sangat serius membuka pintu ke lampu jalan yang tidak lain adalah pohon yang dirawat, dan untuk penerangan tidak langsung di sekitar rumah.” [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bawang Merah dan Daun Bawang Manakah yang Lebih Sehat

Health & Beauty   29 Jan 2021 - 09:39 WIB
Bagikan:          

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Pet & Animal   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan: