Terungkap, Ternyata Ini Alasan Mengapa Ikan Cupang Gemar Bertarung

TrubusLife
Syahroni
18 Juni 2020   19:00 WIB

Komentar
Terungkap, Ternyata Ini Alasan Mengapa Ikan Cupang Gemar Bertarung

Ikan cupang bertarung untuk menyingkronkan gerakannya. (Trubus.id)

Trubus.id -- Ikan pertarungan siam atau ikan cupang, terkenal karena perilaku agresifnya. Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh PLOS, para ahli telah menemukan bahwa gerakan ikan cupang menjadi sinkron ketika mereka bertarung.

Menurut para peneliti, setiap pasangan berkelahi menunjukkan pola perilaku unik yang didorong oleh pengaruh ikan terhadap satu sama lain.

Setelah dianalisis lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa bukan hanya perilaku ikan yang mulai disinkronkan selama pertempuran, tetapi juga ekspresi gen dalam sel-sel otak mereka.

Ikan cupang menggunakan taktik agresif seperti gigitan, serangan, dan penguncian mulut saat menghadapi lawan. Ikan cupang biasanya berhenti berkelahi setelah mereka memiliki kesempatan untuk menilai keterampilan satu sama lain, yang membantu mereka menghindari cedera serius.

Dalam studi baru, para peneliti mengamati bahwa dua lawan jantan memodifikasi tindakan mereka untuk mencocokkan perilaku agresif yang lain.

Ketika para peneliti menganalisis aktivitas otak ikan betta ini, mereka menemukan bahwa melawan ikan mengaktifkan atau menonaktifkan gen yang sama dalam sel-sel otak mereka.

Pasangan yang bertarung menunjukkan perubahan serupa dalam ekspresi gen yang terkait dengan transportasi ion, fungsi sinaptik, pembelajaran, dan memori, dan aktivitas otak yang terkoordinasi adalah unik untuk setiap pasangan.

Tim mencatat bahwa perkelahian yang lebih lama menyebabkan sinkronisasi yang lebih kuat, yang menunjukkan bahwa tingkat sinkronisasi didorong oleh interaksi agresif.

Penelitian sebelumnya telah mendokumentasikan perilaku tersinkronisasi yang serupa pada hewan lain selama kawin dan mencari makan, dan para ahli berteori bahwa perilaku ini juga dapat menyebabkan perubahan sinkronisasi dalam aktivitas otak.

Temuan menunjukkan bahwa bahkan ketika ikan cupang bertarung, otak mereka sebenarnya bekerja sama dan berkolaborasi satu sama lain. Rekan penulis studi, Norihiro Okada berencana untuk menyelidiki aktivitas otak selama interaksi antara ikan jantan dan betina.

"Studi ini menyajikan kemungkinan bahwa perilaku serupa pada pasangan hewan dalam kondisi yang sama dapat memicu sinkronisasi gelombang transkripsi antara individu-individu, memberikan petunjuk untuk mendukung gagasan bahwa perilaku berkelahi mengandung aspek kooperatif pada tingkat molekuler," tulis para peneliti.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS Genetics. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: