Studi: Pembentukan Gunung Memicu Keanekaragaman Hayati Suatu Wilayah

TrubusLife
Syahroni
04 Juni 2020   17:00 WIB

Komentar
Studi: Pembentukan Gunung Memicu Keanekaragaman Hayati Suatu Wilayah

Ilustrasi. (Shutterstock)

Trubus.id -- Sebuah teori lama yang melibatkan keanekaragaman hayati yang terkait dengan pembentukan gunung menyebutkan bahwa medan baru berfungsi sebagai titik panas biologis, yang meningkatkan diversifikasi spesies. 

Gagasan tersebut, yang dikenal sebagai hipotesis diversifikasi yang digerakkan oleh pengangkat, menyarankan bahwa ekosistem baru memicu kebutuhan spesies untuk melakukan diversifikasi untuk memenuhi kondisi yang berubah.

Sekarang, rekan penulis studi, Rick Ree, kurator asosiasi botani di Field Museum di Chicago dan Yaowu Xing, seorang ilmuwan pola paleoklimaksika Tiongkok yang terkait dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Cina telah menemukan bukti yang mendukung hipotesis itu. Institut Ekologi Nasional Korea Selatan juga terlibat.

Para peneliti mempelajari dan membandingkan keanekaragaman hayati spesies di dua pegunungan terdekat di Cina, Gunung Hengduan dan Himalaya. Alasan mereka memilih kedua wilayah itu adalah karena Hengduan, pada usia delapan juta tahun, jauh lebih baru daripada daerah lainnya, membuat perbedaan yang mencolok antara ekosistem.

Mereka melakukan pengurutan DNA ribuan tanaman di kedua wilayah untuk menunjukkan hubungan keluarga antara spesies yang berbeda. Mereka juga memeriksa tanaman fosil untuk menentukan garis waktu di mana berbagai spesies botani muncul dan bercabang menjadi spesies baru.

Kesimpulan yang mereka capai adalah bahwa spesies baru terbentuk pada tingkat yang lebih cepat di pegunungan yang lebih muda daripada di habitat mikro yang lebih tua di Himalaya dan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.

Seperti yang dijelaskan Ree, “Saat gunung terbentuk, Anda mendapatkan ketinggian yang berbeda, substrat yang berbeda terpapar, kimia tanah yang berbeda, iklim yang berbeda. Mereka menciptakan banyak habitat mikro kecil di mana spesies dapat beradaptasi dengan kondisi lokal. Perubahan ini berarti lebih banyak peluang bagi spesies untuk melakukan diversifikasi dan mengisi ceruk baru. "

Makalah tim peneliti, yang diterbitkan hari ini di Proceedings of Natural Academy of Sciences, akan memberikan kepercayaan tambahan pada hipotesis diversifikasi yang digerakkan oleh pengangkat dan menyediakan mekanisme bagi para peneliti untuk mempelajari hotspot keanekaragaman hayati lainnya, dan hewan serta kehidupan tanaman. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: