Kehidupan di Atas Bumi Mempengaruhi Pergerakan Lempeng Tektonik Dunia

TrubusLife
Syahroni
02 Juni 2020   16:00 WIB

Komentar
Kehidupan di Atas Bumi Mempengaruhi Pergerakan Lempeng Tektonik Dunia

Ilustrasi. (Shutterstock)

Trubus.id -- Sulit membayangkan bahwa lempeng tektonik dunia, gerakan yang menyebabkan gempa bumi dan pergeseran benua, dapat dipengaruhi oleh sedimen yang terdiri dari sisa-sisa kerangka organisme mikroskopis.

Tetapi para peneliti dari University of Texas di Austin menemukan bahwa endapan yang penuh dengan bahan organik mati mungkin berperan dalam mengatur kecepatan pergerakan lempeng tektonik.

Sebelumnya, diduga bahwa sedimen hanya memengaruhi aktivitas seismik dan gempa bumi. Tetapi studi baru ini memberikan bukti kuat bahwa sedimen yang bergerak di bawah lempeng tektonik menentukan pergerakan dan pertumbuhan kerak bumi.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters, menggambarkan potensi hubungan penting antara gerakan tektonik, iklim, dan sedimen yang terbuat dari bahan organik.

Sedimen sering merupakan campuran dari batuan yang terkikis, mineral, dan sisa-sisa organik seperti kerang. Sampel sedimen dari dasar laut dapat membantu para peneliti memahami seperti apa kehidupan di Bumi jutaan tahun yang lalu.

Kadang-kadang sedimen menyelinap ke dalam dan di bawah zona subduksi, daerah di mana dua lempeng tektonik bertemu, dan ini dapat menyebabkan peningkatan gempa bumi.

Subduksi mendorong pergerakan benua, dan sedimen dianggap memiliki dampak kecil pada laju perpindahan lempeng. Namun, para peneliti menemukan bahwa sedimen bertindak sebagai pelumas dan mempercepat subduksi dan kecepatan lempeng.

Setelah memodelkan berbagai jenis interaksi lempeng batu, para peneliti juga menemukan bahwa batuan yang terbuat dari sedimen menciptakan semacam lingkaran umpan balik yang mempercepat dan kemudian memperlambat pergeseran benua berdasarkan jumlah sedimen di zona subduksi.

“Mekanisme umpan balik berfungsi untuk mengatur kecepatan subduksi sedemikian rupa sehingga mereka tidak 'melarikan diri' dengan kecepatan sangat cepat,” kata Whitney Behr, pemimpin penelitian.

Ini mempercepat dan memperlambat gerakan lempeng juga bisa menjelaskan bagaimana beberapa benua terbentuk dan bergerak seperti mereka.

Sebagai contoh, para peneliti berhipotesis bahwa 70 juta tahun yang lalu, India bergerak melalui lautan yang mengandung banyak batuan sedimen yang terbuat dari bahan organik.

Ini mempercepat langkah India ke utara dari lima sentimeter per tahun menjadi 16 sentimeter per tahun sampai benua itu akhirnya melambat dan bertabrakan dengan Asia.

Masih ada pertanyaan yang belum terjawab dengan penelitian ini seperti bagaimana loop umpan balik pertama kali berasal, tetapi hasilnya memberikan wawasan baru ke tahun-tahun awal Bumi.

"Yang menjadi jelas adalah bahwa sejarah geologis lempeng yang masuk penting," kata Thorsten Becker, salah satu penulis penelitian. “Kami harus mempelajari secara lebih rinci bagaimana proses umpan balik yang mungkin dapat bekerja.” tandasnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: