Begini Cara Tanaman Merekayasa Akarnya untuk Menyesuaikan dengan Kelembaban Tanah

TrubusLife
Syahroni
28 Mei 2020   19:00 WIB

Komentar
Begini Cara Tanaman Merekayasa Akarnya untuk Menyesuaikan dengan Kelembaban Tanah

Akar tanaman dapat menyesuaikan bentuknya untuk penyerapan air yang optimal. (Earth.com)

Trubus.id -- Sebuah studi baru dari University of Nottingham telah mengungkapkan bahwa akar tanaman dapat merasakan ketersediaan kelembaban di tanah sekitarnya dan menyesuaikan bentuknya untuk penyerapan air yang optimal. Penemuan ini dapat mengarah pada pengembangan tanaman yang dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan seperti kelangkaan air.

Akar sangat penting dalam menyediakan tanaman dengan air dan nutrisi larut dari tanah. Air dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, tetapi memperoleh kelembaban dari tanah bisa sangat menantang dalam kondisi kering. Meskipun sudah diketahui bahwa tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi kelembaban tanah yang berbeda dengan mengubah struktur akar mereka, tidak sepenuhnya dipahami bagaimana mereka dapat melakukannya.

Menggunakan respons adaptif yang dikenal sebagai "hydropatterning," cabang terbentuk ketika akar tanaman bersentuhan langsung dengan kelembaban tanah. Para peneliti menemukan bahwa hydropatterning dikendalikan oleh gen master bercabang yang disebut ARF7.

“Tanaman relatif tidak bergerak dan oleh karena itu pertumbuhan dan perkembangannya sangat tergantung pada lingkungannya. Penelitian kami telah mengidentifikasi protein tertentu yang dapat memodifikasi, dan bahkan menonaktifkan percabangan akar, sehingga membatasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, ”jelas Profesor Ari Sadanandom dari Durham University.

"Ini sangat menarik karena membuka kemungkinan bagi kita untuk mengadaptasi interaksi protein ini dan berpotensi mengembangkan tanaman yang dapat terus bercabang akar bahkan dalam kondisi yang menantang seperti kelangkaan air."

Studi ini mengungkapkan bahwa akar tanaman yang kekurangan ARF7 tidak lagi dapat melakukan hydropattern. Para peneliti menentukan bahwa ketika akar terkena kelembaban, ARF7 tetap aktif dan mendorong percabangan akar. Namun, ketika terpapar ke udara, ARF7 dinonaktifkan dan percabangan akar terhalang.

“Air sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan akhirnya kelangsungan hidup tanaman. Anehnya, memahami bagaimana tanaman merasakan ketersediaan air telah menghindari para ilmuwan sampai sekarang, ”kata Profesor Malcom Bennett.

“Dengan mempelajari bagaimana akar tanaman memodifikasi percabangan mereka dalam menanggapi ketersediaan air, kami telah menemukan mekanisme molekuler baru. Ini merupakan langkah maju yang besar dan membuka jalan bagi para pemulia untuk mengembangkan tanaman baru yang lebih baik beradaptasi dengan perubahan iklim dan membantu memberikan keamanan pangan global. "

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Berkebun Efektif Hilangkan Stres Hingga Menjadi Trauma Healing

Health & Beauty   10 Juli 2020 - 10:20 WIB
Bagikan: