Studi Membuktikan, Padang Lamun Mainkan Peran Penting dalam Menjaga Pantai

TrubusLife
Syahroni
28 Mei 2020   17:00 WIB

Komentar
Studi Membuktikan, Padang Lamun Mainkan Peran Penting dalam Menjaga Pantai

Ilustrasi erosi pantai. (Shutterstock)

Trubus.id -- Ahli biologi dan insinyur dari Belanda dan Meksiko menggambarkan penelitian dan pengamatan lapangan di sekitar Laut Karibia yang menunjukkan betapa efektifnya padang lamun dalam melindungi pantai tropis dari erosi. Para ahli melaporkan bahwa padang lamun dapat mengurangi kebutuhan akan perawatan pantai yang mahal yang saat ini digunakan.

Penulis utama studi, Rebecca James adalah kandidat PhD di University of Groningen dan Royal Dutch Institute for Sea Research (NIOZ).

"Sebuah tepi pantai dengan padang lamun yang sehat serta alga yang mengapur, adalah pilihan yang tangguh dan berkelanjutan dalam pertahanan pesisir," kata James. "Karena erosi, nilai ekonomi pantai Karibia benar-benar mengalir ke laut."

Penulis penelitian berfokus pada pantai-pantai Laut Karibia, di mana ekonomi sangat bergantung pada pendapatan dari pariwisata yang berpusat di sekitar pantai.

"Dengan meningkatnya perkembangan pesisir, aliran alami air dan pasir terganggu, ekosistem alami rusak, dan banyak pantai tropis telah menghilang ke laut," jelas rekan penulis studi Rodolfo Silva.

“Sampai sekarang, upaya rekayasa pantai yang mahal, seperti pemeliharaan pantai berulang-ulang dan dinding beton untuk melindungi pantai, telah dilakukan untuk memerangi erosi. Naiknya permukaan laut dan meningkatnya badai hanya akan meningkatkan hilangnya pantai-pantai penting ini. ”

Tim melakukan eksperimen sederhana untuk menentukan sejauh mana padang lamun mampu menahan pasir dan sedimen di tepi pantai.

“Kami menunjukkan bahwa padang lamun sangat efektif menahan sedimen,” kata James. "Terutama dalam kombinasi dengan ganggang pengapur yang 'menciptakan pasir mereka sendiri,' tepi pantai dengan lamun sehat muncul cara berkelanjutan memerangi erosi."

Rekan penulis penelitian Dr. Brigitta van Tussenbroek mengatakan tim menemukan bahwa jumlah erosi sangat terkait dengan jumlah vegetasi. Di pantai-pantai di mana padang lamun dihancurkan, ada peningkatan erosi yang tiba-tiba, yang menciptakan kebutuhan akan modifikasi yang mahal.

Bas Roels dari World Wildlife Fund Netherlands mengatakan: “Sampai saat ini, padang lamun terlalu sering dianggap sebagai gangguan, bukan aset berharga untuk menjaga garis pantai yang bernilai wisata. Studi ini dapat mengubah perspektif ini sepenuhnya. "

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal BioScience. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: