Perubahan Iklim Mengubah Pantai Antartika Menjadi Hijau

TrubusLife
Syahroni
22 Mei 2020   10:00 WIB

Komentar
Perubahan Iklim Mengubah Pantai Antartika Menjadi Hijau

Ilustrasi. (Shutterstock)

Trubus.id -- Wilayah pesisir Antartika akan berubah menjadi hijau sebagai akibat dari perubahan iklim, menurut sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of Cambridge. Untuk penyelidikan, para peneliti membuat peta ganggang mikroskopis skala besar yang mekar di permukaan salju di sepanjang Semenanjung Antartika. Para ahli menentukan bahwa "salju hijau" akan menjadi lebih luas ketika suhu naik.

Penulis penelitian Dr. Matt Davey adalah seorang ahli di Departemen Ilmu Tumbuhan Cambridge. "Ini adalah kemajuan yang signifikan dalam pemahaman kita tentang kehidupan berbasis lahan di Antartika, dan bagaimana hal itu mungkin berubah di tahun-tahun mendatang ketika iklim menghangat," kata Dr. Dewey. "Alga salju adalah komponen kunci dari kemampuan benua untuk menangkap karbon dioksida dari atmosfer melalui fotosintesis."

Para peneliti mengukur ganggang salju hijau menggunakan data satelit dan pengamatan lapangan selama dua musim panas. Ganggang individu berukuran mikroskopis, tetapi mekarnya sangat besar sehingga terlihat dari luar angkasa.

Salju hijau, yang sangat lazim di sepanjang pantai barat Semenanjung Antartika, muncul di daerah di mana suhu rata-rata hanya di atas nol derajat Celcius selama bulan-bulan musim panas November hingga Februari.

Studi ini mengungkapkan bahwa kotoran burung dan mamalia laut berfungsi sebagai pupuk alami yang mendorong pertumbuhan alga. Lebih dari setengah mekar terletak dalam jarak lima kilometer dari koloni penguin.

“Kami mengidentifikasi 1.679 mekar ganggang hijau yang terpisah di permukaan salju, yang bersama-sama meliputi area seluas 1,9 km2, setara dengan penyerap karbon sekitar 479 ton per tahun,” kata Dr. Davey.

"Ketika Antartika menghangat, kami memperkirakan massa alga salju secara keseluruhan akan meningkat, karena penyebaran ke dataran yang lebih tinggi akan secara signifikan lebih besar daripada hilangnya petak-petak kecil ganggang pulau," kata pemimpin penelitian, Dr. Andrew Gray.

Para peneliti mengatakan bahwa jumlah total karbon yang tersimpan di ganggang salju Antartika cenderung jauh lebih besar, mengingat ganggang merah dan oranye juga menyerap CO2 yang tidak diukur dalam penelitian ini. Penelitian ini menyoroti peran penting yang dimainkan ganggang mikroskopis dalam siklus karbon Antartika.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah Biji Bunga Matahari Mengandung Karsinogen Beracun?

Plant & Nature   04 Juni 2020 - 11:08 WIB
Bagikan: