Terbukti, Kucing Dapat Terinfeksi dan Menularkan COVID-19 ke Kucing Lainnya

TrubusLife
Syahroni
14 Mei 2020   15:00 WIB

Komentar
Terbukti, Kucing Dapat Terinfeksi dan Menularkan COVID-19 ke Kucing Lainnya

Kucing terinveksi Covid-19 di New York. (AFP)

Trubus.id -- Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan hari ini (13/5) di New England Journal of Medicine, para ilmuwan di AS dan Jepang telah melaporkan bahwa dari hasil uji laboratorium diketahui kucing dapat dengan mudah terinfeksi oleh SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dan mungkin dapat menularkan virus ini ke kucing lainnya.

Profesor Ilmu Patobiologi di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin, Yoshihiro Kawaoka yang memimpin penelitian menjelaskan, dalam penelitian mereka, tiga kucing diberikan virus SARS-CoV-2 yang diisolasi dari seorang pasien manusia. Keesokan harinya, para peneliti menyeka bagian hidung kucing dan mampu mendeteksi virus pada dua hewan tersebut. Dalam tiga hari, mereka mendeteksi virus itu di semua kucing yang dijadikan percobaan.

Sehari setelah para peneliti memberikan virus pada tiga kucing pertama, mereka menempatkan kucing lain di masing-masing kandang mereka. Para peneliti tidak memberikan virus SARS-CoV-2 pada kucing-kucing ini.

Setiap hari, para peneliti mengambil cairan hidung dan dubur dari keenam kucing untuk menilai keberadaan virus. Dalam dua hari, salah satu kucing yang sebelumnya tidak terinfeksi adalah virus shedding, terdeteksi pada usap hidung, dan dalam waktu enam hari, semua kucing itu terdeteksi membawa virus. Namun dalam temuan mereka, tidak ada satu pun cairan dari rektum yang mengandung virus.

Setiap kucing melepaskan SARS-CoV-2 dari saluran hidung mereka hingga enam hari. Virus itu tidak mematikan dan tidak ada kucing yang menunjukkan tanda-tanda penyakit. Semua kucing akhirnya membersihkan virus.

"Itu adalah penemuan besar bagi kami — kucing-kucing itu tidak memiliki gejala," kata Kawaoka, yang juga mengadakan janji temu fakultas di Universitas Tokyo. Kawaoka juga membantu memimpin upaya untuk menciptakan vaksin COVID-19 manusia yang disebut CoroFlu.

Temuan menunjukkan kucing mungkin dapat terinfeksi virus ketika terpapar pada orang atau kucing lain yang positif SARS-CoV-2. Ini mengikuti sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science yang dihasilkan para ilmuwan di Chinese Academy of Agricultural Sciences yang juga menunjukkan kucing (dan musang) dapat terinfeksi dan berpotensi menularkan virus. Virus ini diketahui menular pada manusia melalui kontak dengan tetesan pernapasan dan air liur.

"Ini adalah sesuatu yang perlu diingat orang," kata Peter Halfmann, seorang profesor riset di UW-Madison yang membantu memimpin penelitian. "Jika mereka dikarantina di rumah mereka dan khawatir akan menularkan COVID-19 kepada anak-anak dan pasangan, mereka juga harus khawatir menularkannya kepada hewan mereka." terangnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: