Masih Khawatir Virus Corona Menular Lewat Makanan? Simak Penjelasan Ahli Berikut Ini

TrubusLife
Astri Sofyanti
13 Mei 2020   18:00 WIB

Komentar
Masih Khawatir Virus Corona Menular Lewat Makanan? Simak Penjelasan Ahli Berikut Ini

Takeaway food (pinterest.com)

Trubus.id -- Virus corona (Covid-19) menyebar dengan cepat ke hampir seluruh belahan dunia. Meningat virus tersebut bisa menular ke siapa saja, membuat pemerintah menetapkan kebijakan untuk tetap berada di rumah. Bahkan, masyarakat tak berani ke luar rumah hanya untuk makan di restoran.

Kondisi ini mengakibatkan banyak restoran hanya melayani pembelian makanan untuk di bawa pulang (takeaway). Meski begitu, banyak orang merasa khawatir, terutama seputar keamanan dalam mengonsumsi bahan pangan.

Pertanyaan yang meresahkan banyak orang adalah apakah makanan yang dibawa pulang atau takeaway yang dibeli dari restoran dapat bertindak sebagai fomite dan menyebarkan infeksi?

Menurut WHO, sangat tidak mungkin seseorang tertular Covid-19 dari makanan. Namun, ada beberapa kekhawatiran bahwa paket makanan dapat bertindak sebagai fomite dan menyebarkan infeksi.

Sejauh ini, belum ada ada laporan ilmiah yang menyebutkan bahwa virus corona bisa menyebar melalui makanan. Hal tersebut ditegaskan oleh Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

“Virus corona baru tidak termasuk dalam penyakit yang menular lewat makanan dan paparan virus pada makanan tidak menjadi jalan penularan,” tulis pernyataan FDA.

Hal senada juga disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meski menyatakan International Food Safety Authorities Network masih melakukan penelitian.

Oleh karena itu, Organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan CDC terus mengimbau seluruh orang di dunia untuk selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pasalnya, virus corona dapat berpindah melalui fomites. Formites merupakan objek di mana tetesan udara yang terinfeksi dapat menetap dan menular ke manusia ketika mereka menyentuh benda dan kemudian mereka menyentuh mata, hidung atau mulut.

Seperti dilansir Boldsky, fomites dapat menempel di mana saja, mulai koran, gagang pintu, meja atau kursi. Hal itu bisa terjadi ketika orang positif Covid-19, kemudian batuk atau bersin pada paket makanan dan orang lain secara tidak sengaja dan menyentuh paket tersebut, kemudian mereka menyentuh mata atau mulut.

Organisasi kesehatan dan industri makanan dunia saat ini telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang cukup dan memastikan pemeriksaan kesehatan sehari-hari para pekerjanya sehingga meminimalisir penularan melalui paket makanan.

Selain itu, di banyak negara, pemilik toko mempertahankan aturan jarak sosial (physical distancing) dan tidak mengizinkan pelanggan yang datang tanpa mengenakan masker.

Namun, WHO menyatakan, dari pengalaman wabah SARS dan MERS yang juga merupakan penyakit saluran pernapasan, tidak diketahui ada penularan lewat bahan makanan.

Covid-19 sendiri merupakan penyakit pernapasan dan jalur penularan utamanya melalui kontak antar-orang, serta kontak langsung melalui pernapasan lewat droplet yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Beberapa penelitian juga menyebutkan, makanan segar termasuk bunga dan kemasan yang kita konsumsi, bukanlah “kendaraan” penularan flu, salesma, ataupun penyakit SARS. Berdasarkan data-data epidemiologi ini, para ahli menyatakan, risiko penularan virus corona dari barang konsumsi sangat kecil.

Mengapa penyebaran melalui makanan rendah? Ada beberapa faktor kemungkinan penyebaran Covid-19 melalui makanan sangat kecil, di antaranya adalah makanan tidak bertindak sebagai tempat berkembang biaknya virus, tidak seperti bakteri, dan karena tidak dapat berkembang biak di permukaan, tetapi dapat hinggap selama beberapa jam saja.

Kendati demikian, prinsip kehati-hatian tetap harus Anda terapkan dalam membeli, mengolah, dan mengonsumsi bahan makanan, termasuk kebersihan kemasannya.

Untuk menghindari kekhawatiran dengan makanan yang Anda beli, maka cara terbaik adalah membersihkan makanan takeaway dengan mencuci kotak, kaleng atau botol sebelum menyimpannya.

"Semua orang dan benda yang berada di tempat umum berpotensi tercemar. Intinya adalah kebersihan diri, termasuk makanan," demikian disampaikan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio dalam siaran persnya.

Selama pandemi, pihaknya juga meminta masyarakat tidak mengonsumsi makanan mentah seperti daging atau ikan. Sebelum mengolah sayuran dan buah juga harus dicuci dengan bersih menggunakan air mengalir selama 20 detik sebelum dikeringkan. Setelah berbelanja, cuci tangan dan ganti pakaian.

"Atau, bersihkan dengan air dan sedikit sabun cair yang aman untuk makanan," katanya. Sebelum memasak di rumah, pastikan Anda sudah mencuci tangan dengan sabun.

Lalu, setiap kemasan yang baru Anda beli atau terima dari layanan pesan antar perlu diseka dengan antiseptik. "Pastikan mencuci tangan sebelum memproses makanan atau bahan makanan dan apapun yang masuk mulut, termasuk rokok dan permen," tuturnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah Biji Bunga Matahari Mengandung Karsinogen Beracun?

Plant & Nature   04 Juni 2020 - 11:08 WIB
Bagikan: