Ayam Ada di Menu Ramadhan Anda? Perhatikan Hal Ini untuk Menjamin Keamanannya

TrubusLife
Syahroni
01 Mei 2020   09:00 WIB

Komentar
Ayam Ada di Menu Ramadhan Anda? Perhatikan Hal Ini untuk Menjamin Keamanannya

Ilustrasi. (Shutterstock)

Trubus.id -- Daging ayam banyak dikonsumsi sebagai salah satu sumber protein hewani bagi manusia. Tingkat konsumsi daging ini di Indonesia sendiri saat ini masih sangat tinggi. Namun demikian, sebuah penelitian baru mengungkapkan fakta yang mengejutkan tentang keamanan mengonsumsi daging ayam ini.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Plus One tersebut terungkap bahwa banyak orang menggunakan teknik yang tidak aman untuk memasak ayam di rumah. Metode umum yang digunakan untuk menilai kematangan seringkali gagal menjamin keamanan dari kontaminasi bakteri, menurut para peneliti.

Temperatur tinggi membunuh bakteri menular yang ada pada ayam mentah, seperti salmonella dan campylobacter, tetapi mikroba ini dapat bertahan jika ayam kurang matang. Rekomendasi untuk memasak ayam di rumah sangat bervariasi, yang berarti keamanan ayam yang dimasak sendiri dipertanyakan.

Penulis utama studi, Solveig Langsrud adalah ilmuwan senior di Institut Penelitian Makanan, Perikanan, dan Akuakultur Norwegia.

"Kebanyakan orang berpikir Anda bisa melihat perubahan warna dari merah muda menjadi putih dan itu menunjukkan kalau ayam sudah siap," kata Langsrud seperti dilansir dari CNN. "Kami tidak dapat menemukan apa pun dalam literatur ilmiah yang mendukung hal ini, jadi kami memutuskan untuk memeriksanya."

Para peneliti mensurvei hampir 4.000 rumah tangga di Perancis, Norwegia, Portugal, Rumania, dan Inggris untuk mempelajari bagaimana ayam biasanya disiapkan. Tim juga mengamati praktik memasak ayam di 75 rumah tambahan.

Sekitar setengah dari rumah tangga memeriksa warna bagian dalam ayam untuk menilai kematangan, sementara yang lain bergantung pada tekstur daging atau warna kaldu yang dihasilkan.

Menggunakan percobaan laboratorium, para ahli menunjukkan bahwa warna dan tekstur bukan indikator keamanan yang andal. Misalnya, warna bagian dalam ayam berubah pada suhu yang terlalu rendah untuk membunuh patogen.

Sementara penggunaan termometer secara luas direkomendasikan untuk memeriksa kematangan, para peneliti menemukan bahwa permukaan ayam masih dapat menampung bakteri menular setelah bagian dalam daging dimasak dengan cukup.

Temuan ini menyoroti perlunya pedoman yang ditingkatkan yang dapat menjelaskan kebiasaan konsumen sambil memastikan keamanan. Sementara itu, para peneliti merekomendasikan untuk fokus pada warna dan tekstur bagian ayam yang paling tebal, serta mengukur suhu pada permukaan daging.

“Konsumen sering disarankan untuk menggunakan termometer makanan atau memeriksa apakah jusnya bersih untuk memastikan bahwa ayamnya dimasak dengan aman - kami terkejut menemukan bahwa rekomendasi ini tidak aman, tidak berdasarkan bukti ilmiah dan jarang digunakan oleh konsumen,” Kata Dr. Langsrud.

“Terutama, konsumen harus memeriksa bahwa semua permukaan daging dimasak, karena sebagian besar bakteri ada di permukaan. Kedua, mereka harus memeriksa intinya. Ketika daging inti berserat dan tidak mengkilap, dagingnya telah mencapai suhu yang aman.” jelasnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Berkebun Efektif Hilangkan Stres Hingga Menjadi Trauma Healing

Health & Beauty   10 Juli 2020 - 10:20 WIB
Bagikan: