Lobster Mampu Memecah Mikroplastik dan Melepaskannya Kembali ke Laut

TrubusLife
Syahroni
14 April 2020   16:00 WIB

Komentar
Lobster Mampu Memecah Mikroplastik dan Melepaskannya Kembali ke Laut

Lobster Norwegia, juga dikenal sebagai langoustine mampu memecah mikroplastik dan melepaskannya kembali ke laut. (Istimewa)

Trubus.id -- Mikroplastik (MP) telah melimpah di lautan, di mana mereka mudah dicerna oleh organisme laut. Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh American Chemical Society, para peneliti telah menemukan bahwa lobster di laut dalam memecah beberapa bahan mikroplastik yang mereka konsumsi, melepaskan fragmen sekunder kembali ke dalam air.

Polusi mikroplastik akhirnya tenggelam ke dasar lautan, tetapi apa yang terjadi pada kontaminan di laut dalam adalah sebuah misteri.

Lobster Norwegia, juga dikenal sebagai langoustine, berada di dasar laut berlumpur. Ini membuat lobster menjadi subjek yang ideal untuk menyelidiki kontaminasi mikroplastik di laut dalam.

Berdasarkan isi lambung dan saluran pencernaan mereka, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lobster dapat menelan plastik. Selain itu, jenis lain dari krustasea yang hidup di kolom air diketahui memiliki kemampuan untuk memecah partikel plastik melalui pencernaan.

Sebuah tim ahli yang dipimpin oleh ahli ekologi kelautan Alessandro Cau berangkat untuk menyelidiki apakah jenis fragmentasi MP ini terjadi di alam di antara spesies yang tinggal di dasar laut. Studi ini difokuskan pada lobster yang dikumpulkan di dekat Sardinia di Laut Mediterania.

Para peneliti menemukan bahwa partikel-partikel plastik yang lebih besar terperangkap di perut, sementara yang lain masuk ke lambung tempat makanan dipecah. Lobster memiliki lempeng kalsifikasi kecil yang saling bertabrakan, dan sebagian besar partikel plastik terurai dan terfragmentasi selama proses ini. Partikel yang lebih kecil pindah ke usus, di mana mereka akan dilepaskan kembali ke laut.

"Hasil kami menunjukkan bahwa perut dapat bertindak sebagai hambatan ukuran bagi anggota parlemen yang tertelan, meningkatkan retensi partikel yang lebih besar di dalam perut dan mempromosikan fragmentasi menjadi puing-puing plastik yang lebih kecil, yang kemudian dilepaskan di usus," tulis para peneliti.

“Hasil kami memberikan bukti bahwa langoustine bertanggung jawab atas fragmentasi anggota parlemen yang telah terakumulasi dalam sedimen melalui aktivitas pembersihan dan pencernaannya. Temuan ini menyoroti keberadaan jenis baru 'sekunder' MP, diperkenalkan di lingkungan oleh aktivitas biologis, yang dapat mewakili jalur signifikan degradasi plastik di lingkungan terpencil dan stabil seperti laut dalam."

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: