Kucing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona Ditemukan di Belgia

TrubusLife
Syahroni
29 Mar 2020   19:00 WIB

Komentar
Kucing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona Ditemukan di Belgia

Ilustrasi. (Istimewa)

Trubus.id -- Seekor kucing di Belgia telah dites dengan hasil positif terkena virus korona setelah menangkap serangga yang berpotensi mematikan dari pemilik yang terinfeksi, kata para pejabat negara, Jumat (27/3).

Hewan peliharaan yang sakit di Liège ini dinyatakan positif setelah menunjukkan gejala klasik COVID-19 - termasuk kesulitan bernafas - seminggu setelah pemiliknya pertama kali jatuh sakit, kata para pejabat kesehatan pada konferensi pers, seperti dilaporkan Brussels Times.

Walaupun ini adalah infeksi pertama kucing yang diketahui, dua anjing di Hong Kong sebelumnya dinyatakan positif - pertama, seekor anjing Pomeranian berusia 17 tahun, sekarat setelah pulang dari karantina.

“Kucing itu diare, terus muntah dan kesulitan bernafas. Para peneliti menemukan virus di kotoran kucing," kata profesor Steven Van Gucht.

Tidak ada informasi yang diberikan mengenai kondisi kucing atau pemiliknya, tulis Brussels Times.

Sementara itu, sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia bersikeras bahwa tidak ada bukti bahwa seekor anjing, kucing, atau hewan peliharaan apa pun dapat mentransmisikan COVID-19 kepada manusia.

Van Gucht juga menekankan bahwa kasus yang ditemukan di Liège ini tampaknya adalah pemilik yang membuat hewan peliharaannya sakit.

"Kami ingin menekankan bahwa ini adalah kasus yang terisolasi," katanya, menurut surat kabar Belgia. "Risiko penularan dari hewan ke manusia sangat kecil."

Dewan Nasional Perlindungan Hewan Belgia (CNPA) juga mengatakan kepada surat kabar itu bahwa tidak ada ancaman yang diketahui dari hewan peliharaan.

"Hewan bukan vektor epidemi, jadi tidak ada alasan untuk meninggalkan hewan Anda," kata agensi - sambil menyarankan pemilik untuk tidak menyentuh hidung usai memegang hewan peliharaan mereka."

Seperti halnya kucing itu, 7.284 orang telah dipastikan terinfeksi virus corona di Belgia, dengan hampir 300 kematian, kata para pejabat pada konferensi pers yang sama. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah Biji Bunga Matahari Mengandung Karsinogen Beracun?

Plant & Nature   04 Juni 2020 - 11:08 WIB
Bagikan: