5 Nutrisi Penting untuk Membantu Sistem Imun Melawan Coronavirus

TrubusLife
Thomas Aquinus
23 Mar 2020   07:30 WIB

Komentar
5 Nutrisi Penting untuk Membantu Sistem Imun Melawan Coronavirus

Vitamin A (Honest Docs)

Trubus.id -- Coronavirus (Cov-Sars-2) menghadirkan banyak ketidakpastian, dan tidak satu pun dari kita yang dapat sepenuhnya menghilangkan risiko terkena COVID-19. Tapi satu hal yang bisa kita lakukan adalah makan sesehat mungkin.

Jika kita terkena COVID-19, sistem kekebalan tubuh kita bertanggung jawab untuk melawannya. Penelitian menunjukkan peningkatan gizi membantu mendukung fungsi kekebalan tubuh yang optimal.

Zat gizi mikro penting untuk melawan infeksi termasuk vitamin A, B, C, D, dan E, dan mineral besi, selenium, dan seng.

Inilah yang kita ketahui tentang bagaimana nutrisi ini mendukung sistem kekebalan tubuh kita dan makanan yang bisa kita makan untuk mendapatkannya.

1. VITAMIN A

Vitamin A (foto: Honest Docs)

Vitamin A menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan usus. Ini membentuk penghalang dan merupakan garis pertahanan pertama tubuh. Jika infeksi melawannya seperti pertandingan sepak bola, vitamin A akan menjadi garis depan tubuh.

Kita juga membutuhkan vitamin A untuk membantu membuat antibodi yang menetralkan patogen penyebab infeksi. Ini seperti menugaskan lebih banyak tim untuk menargetkan pemain lawan yang memiliki bola, untuk mencegah mereka mencetak gol.

Vitamin A ditemukan dalam ikan berlemak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan tumbuhan polong.

Lebih jauh, sayuran mengandung beta-karoten, yang dapat dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten ditemukan dalam sayuran hijau dan sayuran kuning dan oranye seperti labu dan wortel.

2. VITAMIN B

Vitamin B, khususnya B6, B9, dan B12, berkontribusi pada respons pertama tubuh setelah telah mengenali patogen.

Mereka melakukan ini dengan memengaruhi produksi dan aktivitas sel "pembunuh alami". Sel pembunuh alami bekerja dengan menyebabkan sel yang terinfeksi "meledak", suatu proses yang disebut apoptosis.

Pada pertandingan sepak bola, peran ini akan seperti penjaga keamanan mencegat penonton yang berusaha lari ke lapangan dan mengganggu permainan.

B6 ditemukan dalam sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, biji-bijian, ikan, ayam, dan daging.

B9 (folat) berlimpah dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian dan ditambahkan ke tepung pembuat roti komersial.

B12 (cyanocobalamin) ditemukan dalam produk hewani, termasuk telur, daging, dan susu, dan juga dalam susu kedelai yang diperkaya.

3. VITAMIN C DAN E

Vitamin C&E (foto: Alz Discovery) â€‹â€‹â€‹â€‹â€‹â€‹â€‹

Ketika tubuh melawan infeksi, ia mengalami apa yang disebut stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan produksi radikal bebas yang dapat menembus dinding sel, menyebabkan isinya bocor ke jaringan dan memperburuk peradangan.

Vitamin C dan vitamin E membantu melindungi sel dari stres oksidatif, dan juga membantu membersihkan kekacauan seluler ini dengan memproduksi sel-sel khusus untuk meningkatkan respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit.

Jadi peran vitamin C di sini agak seperti membersihkan lapangan sepak bola setelah pertandingan.

Sumber vitamin C yang baik termasuk jeruk, lemon, limau, beri, kiwi, brokoli, tomat, dan capsicum.

Vitamin E ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan minyak nabati.

4. VITAMIN D

Beberapa sel kekebalan membutuhkan vitamin D untuk membantu menghancurkan patogen yang menyebabkan infeksi.

Walaupun paparan sinar matahari memungkinkan tubuh memproduksi vitamin D, sumber makanan termasuk telur, ikan, dan beberapa merek susu dan margarin dapat diperkaya dengan Vitamin D.

Kebanyakan orang hanya perlu beberapa menit di luar rumah hampir setiap hari. Namun orang dengan defisiensi vitamin D mungkin membutuhkan suplemen. Sebuah tinjauan terhadap 25 studi menemukan bahwa suplemen vitamin D dapat membantu melindungi terhadap infeksi pernapasan akut, terutama di antara orang-orang yang kekurangan.

1. BESI, ZINC, SELENIUM

Sumber seng (foto: Daily Mail)

Kita membutuhkan zat besi, seng, dan selenium untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh, di antara fungsi-fungsi lainnya.

Besi membantu membunuh patogen dengan meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat menghancurkannya. Ini juga mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen.

Seng membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium juga bertindak sebagai antioksidan, membantu membersihkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif.

Zat besi ditemukan dalam daging, ayam, dan ikan. Sumber-sumber vegetarian termasuk kacang-kacangan, serealia utuh, dan sereal sarapan yang diperkaya zat besi.

Seng ditemukan dalam tiram dan makanan laut lainnya, daging, ayam, kacang kering dan kacang-kacangan.

Kacang-kacangan (terutama kacang Brazil), daging, sereal, dan jamur adalah sumber makanan selenium yang baik.

Dan di luar rencana makan yang sehat, ada langkah-langkah lain yang dapat kamu lakukan untuk tetap sehat dalam menghadapi coronavirus.

Berhentilah merokok untuk meningkatkan kemampuan paru-paru melawan infeksi, lakukan olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat, cukup tidur, jaga jarak sosial, dan cuci tangan dengan sabun secara teratur.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah COVID-19 Lebih Parah pada Pasien Pria?

Health & Beauty   02 April 2020 - 13:01 WIB
Bagikan: