Cegah COVID-19, Ahli Gizi Ajak Masyarakat Perbanyak Makan Sayur dan Buah untuk Perkuat Imun Tubuh

TrubusLife
Syahroni
22 Mar 2020   12:15 WIB

Komentar
Cegah COVID-19, Ahli Gizi Ajak Masyarakat Perbanyak Makan Sayur dan Buah untuk Perkuat Imun Tubuh

Produk pertanian seperti buah dan sayur mampu meningkatkan kekebalan tubuh, utamanya dalam menghadapi penyebaran Covid-19. (Istimewa)

Trubus.id -- Ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan menghimbau masyarakat agar mengkonsumsi produk pertanian secara rutin. Menurut Ali, produk pertanian seperti buah dan sayur mampu meningkatkan kekebalan tubuh, utamanya dalam menghadapi penyebaran Covid-19.

"Setidaknya masyarakat wajib mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan E. Kan WHO juga sudah menganjurkan agar kita mengkonsumsi sayuran sebanyak 150 gram dan buah 250 gram per hari," kata Ali, Minggu (21/3).

Ali mengatakan, vitamin C bisa didapatkam dari buah papaya, jeruk, dan jambu biji. Sementara untuk sumber vitamin E bisa didapatkan dari produk sayuran seperti toge, wortel, bayam, lobak hijau dan brokoli.

"Agar tubuh kita mampu menangkal penyerbu-penyerbu asing (virus, kuman, dan bakteri), maka limfosit (sel darah putih) harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan produksi limfosit. Vitamin C bekerja seperti antibiotika di dalam tubuh untuk menghancurkan virus penyebab penyakit," terang Ali.

Vitamin C, kata Ali, juga mampu meningkatkan kadar glutation di dalam tubuh yang bekerja setiap hari. Glutation adalah antioksidan pada tubuh yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Konsumsi vitamin C 500 mg sehari dapat meningkatkan kadar glutation tubuh sampai 50 persen.

"Masalahnya konsumsi harian penduduk Indonesia per hari rata-rata hanya sekitar 100 gram. Ini menjadi tanggung jawab kita betapa pentingnya produk pertanian bagi imun tubuh," katanya.

Terkait dengan Covid-19, menurut Ali, Vitamin C punya kemampuan untuk memperbaiki sistem kerja paru-paru. Mereka yang rajin mengonsumsi vitamin C berpeluang ada di level bugar dan segar, serta terhindar dari derita bronchitis kronis. Apalagi, virus Covid 19 cendrung menyerang saluran pernapasan dan paru-paru.

Meski demikian, Ali menekankan perlunya edukasi konsumsi dengan pola gizi seimbang, dimana di dalamnya juga menekankan bahwa hidup sehat adalah hidup yang tidak melupakan konsumsi buah dan sayuran.

"Setiap keluarga hendaknya menyediakan buah setiap hari sebagai bagian dari snack, dengan keuntungan Indonesia yang beriklim tropis dan dapat menghasilkan beragam buah maka hendaknya masyarakat bisa memanfaatkan sumberdaya yang melimpah ini untuk mengembangkan pola konsumsi buah dan sayur yang baik untuk kesehatan," tuturnya.

Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Pertanian terus melakukan konsolidasi penguatan produksi kebun dan buah. Konsolidasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mendorong terbentuknya satu kawasan satu varietas, baik di lahan terbuka maupun pekarangan rumah tangga secara berkelompok.

Di samping itu, Kementan juga mendorong kebun sayur dan buah yang ada agar dilakukan registrasi dan sertifikasi kebun untuk menjamin produk yang berkualitas. Setidaknya, tahun ini Ditjen Horti menargetkan 2.200 kebun dan lahan usaha hortikultura yang diregistrasi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah COVID-19 Lebih Parah pada Pasien Pria?

Health & Beauty   02 April 2020 - 13:01 WIB
Bagikan: