Limbah Masker Wajah Kini Mengancam Habitat Satwa Liar

TrubusLife
Hernawan Nugroho
21 Mar 2020   15:00 WIB

Komentar
Limbah Masker Wajah Kini Mengancam Habitat Satwa Liar

Kelompok-kelompok lingkungan kini membunyikan alarm tentang bagaimana masker corona-virus yang dibuang meningkatkan masalah sampah dan polusi plastik (gettyimages)

Trubus.id -- Wabah baru coronavirus (COVID-19) di seluruh dunia mendorong banyak orang untuk membeli masker wajah untuk perlindungan. Sayangnya, topeng pelindung ini telah merusak lingkungan. Mengapa demikian? Masker terbuat dari plastik polypropylene, yang tidak mudah terurai secara hayati. Tidak mengherankan kemudian bahwa akumulasi dari masker wajah yang dibuang mengotori lingkungan dan menimbulkan risiko serius terhadap keseimbangan habitat dan kesehatan satwa liar, terutama organisme laut. Kelompok-kelompok lingkungan kini membunyikan alarm tentang bagaimana masker corona-virus yang dibuang meningkatkan masalah sampah dan polusi plastik.

Baca Lainnya : Pakar Kesehatan WHO: Masker dan Sarung Tangan Tak Mampu Hentikan Penyebaran COVID-19

"Kita hanya memiliki masker selama enam hingga delapan minggu terakhir, dalam volume yang sangat besar, dan kita sekarang melihat dampaknya terhadap lingkungan," jelas Gary Stokes, pendiri Oceans Asia, sebuah organisasi konservasi laut. Stokes menjelaskan contoh Pulau Soko di Hong Kong. Di satu bentangan 100 meter pantai, Stokes menemukan 70 topeng, kemudian 30 topeng tambahan pada minggu berikutnya.

Seperti populasi Hong Kong yang padat berarti bahwa warganya telah berjuang dengan sampah plastik. Plastik sekali pakai membuat masalah menjadi lebih menantang. Terlebih lagi, Hong Kong tidak secara efektif mendaur ulang semua limbahnya. Sebaliknya, sekitar 70% sampahnya berakhir di tempat pembuangan sampah. Jumlah 70% itu setara dengan sekitar 6 juta ton sampah. Konservasionis telah berusaha untuk menghilangkan masker ini dari lingkungan melalui pembersihan pantai.

“Tidak ada yang ingin pergi ke hutan dan menemukan masker berserakan di mana-mana atau menggunakan masker di pantai. Itu tidak higienis dan berbahaya,” tambah Laurence McCook, kepala Konservasi Lautan di World Wildlife Fund di Hong Kong.

Baca Lainnya : Memakai Masker Bolak-balik dan Lebih dari 8 Jam Malah Berbahaya untuk Kesehatan

Jerome Adams, Ahli Bedah Umum Amerika Serikat, juga telah menyarankan orang untuk berhenti membeli masker wajah medis, karena mereka tidak efektif dalam mencegah COVID-19. Menurunkan pembelian masker oleh masyarakat tidak hanya akan membuat lebih banyak masker tersedia bagi para profesional medis, tetapi juga dapat mengurangi jumlah yang dibuang dan dampaknya terhadap lingkungan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: