Berkah Tersembunyi, Virus Corona Bisa Menyelamatkan Satwa yang Terancam Punah

TrubusLife
Hernawan Nugroho
02 Mar 2020   18:00 WIB

Komentar
Berkah Tersembunyi, Virus Corona Bisa Menyelamatkan Satwa yang Terancam Punah

Sejak virus corona menyebar di Tiongkok dan diketahui menyebar melalui hewan liar, salah satunya trenggiling (AP)

Trubus.id -- Coronavirus yang menyebabkan penyakit COVID-19 saat ini masih terus dicari obatnya. Selain itu, peneliti juga masih mencari dari mana datangnya virus corona ini.

Awalnya, peneliti menduga penyakit ini berasal dari kelelawar yang menjatuhkan kotorannya ke tanah, lalu menginfeksi hewan lain. Namun ada dugaan lain, yaitu virus corona berasal dari trenggiling yang mencari makan di sekitar dedaunan. Hewan-hewan liar yang terinfeksi virus corona ini kemudian dikonsumsi oleh manusia. Akibatnya, manusia pun jadi tertular virus ini dan menyebabkan ribuan orang meninggal. Bagi manusia, virus ini memang sangat berbahaya, karena penyebarannya yang cepat.

Di balik semua kejadian tadi, bagi hewan-hewan liar yang terancam punah, coronavirus justru bisa menyelamatkan mereka dari kepunahan.

Baca Lainnya : Dalam 2 Dekade Terakhir, 900.000 Ekor Trenggiling Diperdagangkan di Asia Tenggara

Virus corona awalnya terdeteksi di Wuhan, Tiongkok, yang diduga disebarkan melalui salah satu hewan liar, yaitu kelelawar. Saat ini, peneliti kembali menemukan bahwa ada hewan lain yang diduga menjadi media penyebaran virus ini, yaitu trenggiling.

Di Tiongkok dan beberapa negara lain, trenggiling memang menjadi hewan yang banyak diburu. Trenggiling yang diburu ini kemudian daging dan sisiknya dimanfaatkan oleh manusia. Daging dan sisik trenggiling dianggap bisa dijadikan sebagai obat, padahal hal ini belum terbukti benar. Akibatnya, trenggiling menjadi mamalia bersisik yang paling banyak diburu dan membuat populasinya semakin menurun, bahkan terancam punah.

Bagi trenggiling, virus corona justru bisa menyelamatkan populasinya. Sejak virus corona menyebar di Tiongkok dan diketahui menyebar melalui hewan liar, salah satunya trenggiling, pemerintah mengeluarkan aturan baru. Aturan ini adalah larangan untuk mengonsumsi trenggiling, baik daging maupun sisiknya.

Pelarangan ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus corona dari trenggiling. Dengan aturan baru yang melarang manusia untuk mengonsumsi trenggiling, diharapkan tidak hanya mengurangi penyebaran virus corona, tapi juga meningkatkan populasi trenggiling.

Aturan yang hampir sama sebenarnya juga pernah dilakukan pemerintah Tiongkok, yaitu melarang konsumsi ular dan kelelawar. Pemberlakuan aturan itu terjadi di tahun 2002, saat virus SARS menyebar. Virus SARS juga diketahui menyebar melalui konsumsi daging kelelawar maupun ular yang terinfeksi.

Baca Lainnya : Meski Dilarang, Trenggiling Tetap Diperdagangkan Secara Ilegal

Sayangnya, aturan ini tidak berlangsung lama, karena masyarakat Tiongkok kembali mengonsumsi ular dan kelelawar.

Semoga dengan adanya larangan konsumsi trenggiling, tidak hanya bisa mengurangi penyebaran virus corona, tapi juga bisa mencegah populasi trenggiling semakin menurun.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: