Dapatkah Suplemen Memberi Manfaat yang Sama dengan Sayuran Utuh?

TrubusLife
Thomas Aquinus
26 Feb 2020   09:00 WIB

Komentar
Dapatkah Suplemen Memberi Manfaat yang Sama dengan Sayuran Utuh?

Suplemen pengganti sayur. (DS News)

Trubus.id -- Sementara banyak di antara kita dengan senang hati mengonsumsi lebih banyak kale dan kelor dalam makanan kita, picky eater alias ‘si pemakan pilih-pilih’ masih menentang gagasan itu. Mereka lebih memilih tren makan sayuran lewat pil atau suntikan vitamin. Namun memang begitulah adanya, kesehatan kini hadir dalam paket yang lebih praktis.

Suntikan, pil atau gummy (permen vitamin) sebenarnya versi diawetkan dari sari buah, ekstrak tumbuhan atau cuka minum yang populer karena mudah dikonsumsi, dan enak dipandang mata. Karena mereka lebih mirip permen atau mocktail dan dapat dikonsumsi saat bepergian, orang dengan mudah membeli gagasan untuk menganggapnya sebagai alternatif yang baik untuk suplemen atau bahkan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka. Hampir setiap ramuan atau makanan yang bermanfaat secara medis seperti cuka sari apel, jahe, kunyit, jus ceri, cranberry, dan ratusan lainnya tersedia dalam bentuk pil multivitamin dan gummy.

Baca Lainnya : Bahan Kimia pada Buah dan Sayuran Tidak Seseram yang Dibayangkan

Efek menguntungkan mereka sebagai produk lengkap masih bisa diperdebatkan. Saat ini, tidak ada klaim ilmiah yang menunjukkan kandungan nutrisi aktualnya. Studi hanya menyoroti manfaat bahan utama yang menjadi dasar produk tertentu. Tetapi masih ada satu pertanyaan: bagaimana cara pengolahan, bersama dengan tambahan warna dan bahan pengawet memengaruhi kemanjuran makanan atau tanaman obat itu? Singkatnya, gummy dan suntikan dapat digunakan untuk berfungsi sebagai dosis cepat energi, penyegaran atau hanya untuk merasa baik tetapi mereka tidak boleh dianggap sebagai nutrisi yang diinginkan yang dibutuhkan tubuh.

Pengganti makanan?

Tidak ada suplemen/ permen kesehatan yang bisa menjadi pengganti makanan sehat. Tubuh kita secara alami dikembangkan untuk mengonsumsi, mencerna, dan mengasimilasi makanan untuk mendapatkan kebutuhan dietnya. Dari bakteri di usus yang melapisi ke air liur di mulut dan dari enzim pencernaan ke organ pencernaan seperti hati, lambung, pankreas dan banyak lagi, saluran pencernaan disejajarkan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan dan tidak benar-benar dari ekstrak. Kamu masih bisa mengonsumsinya di antara waktu makan atau ketika sedang rendah energi atau merasa lelah.

Baca Lainnya : Coba di 2020, 5 Sayuran Berdaun Hijau Paling Sehat di Planet Bumi

Supergreens yang harus kamu tahu:

  • Sayuran hijau: Bayam, kangkung, seledri, peterseli
  • Rumput Laut: Spirulina, chlorella, dulse, kelp
  • Sayuran lain: Brokoli, bit, wortel, tomat, kol hijau
  • Rumput: Rumput barley, wheatgrass, rumput oat, rumput alfalfa

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah COVID-19 Lebih Parah pada Pasien Pria?

Health & Beauty   02 April 2020 - 13:01 WIB
Bagikan: