Perburuan Liar Dorong Berang-berang Lucu Menuju Ambang Kepunahan

TrubusLife
Syahroni
25 Feb 2020   22:00 WIB

Komentar
Perburuan Liar Dorong Berang-berang Lucu Menuju Ambang Kepunahan

Berang-berang banyak diburu karena dianggap hama oleh peternak ikan. (Istimewa)

Trubus.id -- Dari seluruh keluarga musang/ Mustelidae, berang-berang ditemukan di setiap benua kecuali Australia dan Antartika. Berang-berang adalah mamalia karnivora yang tergolong ke dalam subfamili Lutrinae. Terdapat 13 spesies berang-berang, dan semuanya merupakan hewan semiakuatik, akuatik, atau hewan laut, dan mereka memakan ikan atau invertebrata. Lutrinae adalah cabang dari famili Mustelidae.

Terdapat kesalahpahaman bahwa istilah ini sama dengan biwara (beaver) di benua Amerika yang dikenal sebagai pembuat bendungan, tetapi biwaramerupakan hewan yang berbeda dan mereka tergolong ke dalam famili Castoridae. Sebagian besar berang-berang memiliki tubuh kecil, dengan telinga dan hidung pendek, badan serta ekor memanjang, dan memiliki bulu lembut dan padat.

Ada total 13 spesies berang-berang yang hidup di dunia dengan ukuran beragam mulai dari berang-berang cakar kecil hingga berang-berang raksasa. Meskipun sebagian besar hewan ini hidup di sungai, danau, dan lahan basah air tawar, berang-berang juga ada yang menghuni lautan loh. Berang-berang laut yang lebih kecil sendiri dapat ditemukan di Samudra Pasifik.

Morfologi dan Habitat  

Kaki berselaput dan ekor yang kuat, yang bertindak seperti kemudi, membuat berang-berang menjadi perenang yang handal dan kuat. Lubang hidung dan telinga mereka berdekatan untuk mencegah air keluar, dan bulu yang kedap air membuat mereka tetap hangat. 

Mereka harus dengan hati-hati merawat bulu mereka dan lapisan bawah berbulu untuk menjaga mereka tetap bersih dan tertutup air, karena mereka tidak tertutup lapisan lemak seperti makhluk laut lainnya. 

Berang-berang memiliki bulu yang paling padat dari hewan apa pun. Sebagai gambaran, berang-berang memiliki sebanyak satu juta rambut per inci persegi di beberapa tempat.

Berang-berang juga memiliki kotoran yang berbau sangat busuk. Di luar negeri sana, kotorannya disebut spraints. Diperkirakan untuk mendapatkan bau khusus, yang oleh beberapa ilmuwan digambarkan sebagai berbau seperti violet, dari makan makanan laut yang dimakan berang-berang.

Sebagian besar spesies berang-berang datang ke daratan untuk melahirkan di sarang, yang kadang-kadang telah digunakan oleh hewan lain seperti platipus. Namun berbeda dengan berang-berang laut, mereka diketahui bisa melahirkan di dalam air. 

Berang-berang yang masih bayi biasanya tinggal bersama ibu mereka sampai mereka berusia satu tahun, atau sampai sang induk memiliki bayi lagi. Berang-berang sungai tidak berkembang biak sampai mereka setidaknya berusia lima tahun.

Perilaku luar biasa

Semua berang-berang adalah pemburu ahli yang memakan ikan, krustasea, dan makhluk lainnya. Berang-berang laut memiliki metode yang cerdik untuk membuka kerang. Berang-berang laut akan mengapung di punggungnya, letakkan batu di dadanya, lalu menghancurkan moluska itu dengan batu hingga cangkang mereka terbuka.

Ketika tiba waktunya untuk tidur siang, berang-berang laut punya kebiasaan unik dengan menjerat dirinya dengan rumput laut sehingga mereka terbawa arus. Mereka juga kadang-kadang menjalin kaki mereka dengan berang-berang laut lain, sehingga mereka tetap bersama.

Berang-berang sungai sangat gemar bermain, bercengkerama di darat dan senang melompat ke sungai. Mereka belajar berenang ketika mereka berusia sekitar dua bulan, ketika induk mereka mendorong mereka ke dalam air.

Ancaman

Berang-berang dan kerabat mustelid mereka pernah diburu secara ekstensif untuk bulunya. Akibatnya, saat ini banyak jenis berang-berang yang hampir punah. Meskipun ada peraturan yang dirancang untuk melindungi mereka, banyak spesies tetap berisiko dari polusi dan hilangnya habitat. 

Berang-berang sendiri terdaftar sebagai satwa terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, karena ditekan oleh polusi, pestisida, dan konflik dengan nelayan yang membunuh mereka dianggap hama yang kerap memakan ikan peliharaan mereka. Spesies berang Asia juga menghadapi ancaman dari perdagangan hewan peliharaan ilegal. 

Karena itu, agar anak cucu kita di masa mendatang, yuk kita mulai menjaga hewan menggemaskan ini dengan tidak memeliharanya sebagai hewan peliharaan atau membunuhnya atas dasar tudingan sebagai hama...

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah COVID-19 Lebih Parah pada Pasien Pria?

Health & Beauty   02 April 2020 - 13:01 WIB
Bagikan: