Makanan Wajib Saat Menderita Flu

TrubusLife
Thomas Aquinus
23 Feb 2020   21:00 WIB

Komentar
Makanan Wajib Saat Menderita Flu

Sup ayam (Pinterest)

Trubus.id -- Musim hujan datang lagi. Tak heran kalau Trubus Mania atau orang-orang di sekitarmu banyak menderita flu. Saat menderita flu atau pilek, sering kali kita tergoda untuk mengonsumsi keripik, kue, dan apapun yang membuat kita nyaman, tetapi meskipun rasanya enak, mereka tentu buruk untuk sistem kekebalan tubuh. Telah terbukti bahwa banyak comfort food favorit kita justru melemahkan sistem pencernaan. Sepotong informasi ini berbicara tentang makanan yang harus dimakan sementara menderita flu dan pilek karena mereka akan membantumu meningkatkan nutrisi penting seperti vitamin, protein, seng dan serat dalam tubuh yang selanjutnya akan membantu melawan infeksi dan mengatasi kelemahan.

Kaldu

Kaldu adalah cairan gurih yang terbuat dari air dengan tulang, daging, atau sayuran telah direbus. Ini kaya akan nutrisi dan ketika dikonsumsi sebagai sup, itu membuat tubuh terhidrasi dan bahan-bahan hangat seperti rempah-rempah dan sari dari daging membantu meredakan sakit tenggorokan dan meredakan hidung tersumbat.

Sup ayam

Sementara beberapa ahli percaya bahwa seseorang harus menghindari sup ayam saat flu, serangkaian ahli lain merasa bahwa sup ayam memiliki manfaat kaldu dan bahan-bahan yang kaya juga. Disarankan untuk meningkatkan nilai gizi hidangan dengan sayuran dan rempah-rempah yang direbus.

Bawang putih

Telah terbukti bahwa bawang putih membantu melawan flu. Ini juga mengurangi kemungkinan terkena penyakit lebih cepat. Menurut para ahli, seseorang harus mengonsumsi bawang putih mentah atau ekstrak bawang putih tua untuk mendapatkan manfaat maksimal saat menderita flu.

Yogurt

Bekteri baik yoghurt yang hidup membantu meredakan sakit tenggorokan dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Telah terbukti mengandung protein yang membantu melawan kelemahan.

Buah kaya vitamin C

Buah kaya vit C (foto: Verbal Danger)

Ketika menderita flu, sistem kekebalan tubuh sangat terpengaruh dan membutuhkan perawatan ekstra. Menurut para ahli kesehatan, buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin C tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi juga membantu memperkuat tulang rawan dan tulang. Sumber vitamin C terbaik adalah stroberi, tomat, brokoli, kembang kol, kubis Brussel dan buah jeruk seperti jeruk dan lemon.

Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung kaya akan vitamin C dan E dan memiliki nutrisi penambah kekebalan. Disarankan untuk mengonsumsinya dalam bentuk smoothie saat flu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Brokoli

Brokoli kaya akan vitamin antioksidan yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga mengandung kolin, nutrisi penting untuk diet sehat. Telah terbukti bahwa kolin menjaga sel-sel berfungsi dengan baik dan juga mendukung pencernaan yang sehat, menjaga bakteri terkurung dengan aman di usus. Ini kaya akan vitamin C dan E yang meningkatkan kekebalan tubuh, bersama dengan kalsium dan serat juga.

Kuning telur

Telur kaya akan protein dan membantu dalam masalah terkait kekebalan. Mereka mengandung seng dan selenium, yang merupakan mineral penting yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Disarankan bahwa jika kamu menderita masalah kolesterol, maka konsumsilah hanya satu kuning telur sehari.

Kayu manis

Kayu manis bubuk (foto: SPICEography) â€‹â€‹â€‹â€‹â€‹â€‹â€‹

Kayu manis dikenal karena sifat antivirus, antijamur, dan antibakterinya, yang secara tidak langsung, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam gilingan kopi atau teh untuk minuman yang melawan kekebalan. kamu juga bisa menaburkannya pada salad buah atau oatmeal untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Apa yang harus dihindari?

Menurut para ahli, jika menderita flu, penting untuk menghindari alkohol, minuman soda, makanan kemasan dan olahan. Mereka tidak hanya mengeringkan tubuh tetapi juga mengandung gula buatan dan bahan kimia berlebih yang mengurangi efisiensi tubuh untuk melawan flu dan pilek. [Ayu/NN]

Flu

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Benarkah COVID-19 Lebih Parah pada Pasien Pria?

Health & Beauty   02 April 2020 - 13:01 WIB
Bagikan: