Studi: Demi Mendapat Gosokan di Tubuhnya, Sapi Rela Bekerja Lebih Keras

TrubusLife
Syahroni
15 Feb 2020   15:00 WIB

Komentar
Studi: Demi Mendapat Gosokan di Tubuhnya, Sapi Rela Bekerja Lebih Keras

Sapi perah bersedia mengeluarkan energi untuk mendapatkan akses ke gosokan ke tubuhnya. (DOC/ Agricow)

Trubus.id -- Sebuah tim peneliti dari University of British Columbia dan Warsaw University of Life Sciences telah menemukan bahwa sapi perah bersedia mengeluarkan energi untuk mendapatkan akses ke gosokan ke tubuhnya. Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters, kelompok itu menggambarkan percobaan yang mereka lakukan dengan sapi perah dan sikat perawatan besar dan apa yang mereka temukan.

Walaupun mungkin terlihat seperti sapi di ladang yang tidak melakukan apa-apa selain berdiri makan atau mengunyah makanan mereka, mereka juga melakukan sesuatu yang lain — mereka menggosok diri sendiri pada hampir semua benda yang dapat mereka temukan, seperti pohon, tiang pagar dan bahkan traktor jika ada kesempatan muncul. 

Mereka menggosok diri mereka sebagai bagian dari perawatan — pemaparan unsur-unsur dapat menyebabkan kulit terasa gatal. Menggosok tidak hanya terasa enak, tetapi juga membantu menghilangkan kotoran, serangga, dan mungkin mengurangi stres. 

Sayangnya, sapi perah tidak bisa berkeliaran di padang rumput yang memiliki tempat untuk digosok — mereka kebanyakan disimpan di gudang, di mana mereka tidak memiliki cara untuk terlibat dalam perawatan. Memperhatikan bahwa itu pasti membuat frustasi sapi, para peneliti membuat percobaan untuk menentukan apakah sikat berbulu besar yang berputar dapat membantu.

Setelah memperhatikan bahwa sapi-sapi percobaan tampak senang mendorong diri mereka sendiri ke sikat, para peneliti membuat percobaan untuk mengukur seberapa besar mereka menikmatinya. 

Percobaan terdiri dari pelatihan beberapa sapi perah untuk mendorong gerbang untuk membukanya, memungkinkan mereka mengakses salah satu dari tiga opsi: kandang kosong, ember pakan, atau sikat raksasa. Mereka juga mencurangi gerbang agar membutuhkan jumlah dorongan yang berbeda untuk bisa melewatinya. 

Setelah menguji beberapa sapi dengan gerbang mereka, para peneliti menemukan bahwa mereka akan mendorong dengan susah payah untuk mendapatkan akses ke sikat seperti yang mereka lakukan untuk pakan. Mereka juga menemukan bahwa sebagian besar sapi tidak mau bekerja sangat keras untuk mendapatkan akses ke kandang yang kosong.

Para peneliti menyimpulkan dengan menyarankan bahwa sikat besar tampaknya menjadi pilihan yang memungkinkan untuk membiarkan sapi perah merawat diri. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: